Kredit Foto: Setneg
Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar terbaru mengenai rencana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkantor di kawasan tersebut.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuldjono memberi sinyal kuat bahwa Gibran akan mulai menjalankan aktivitas kantornya di Nusantara pada tahun ini.
Rencana tersebut sekaligus menjadi perkembangan terbaru dari proyek pemindahan ibu kota yang telah melalui perjalanan panjang. Gagasan memindahkan pusat pemerintahan dari Pulau Jawa sebenarnya telah dikaji sejak era Presiden Soekarno pada 1957 dan kemudian berlanjut pada masa Soeharto.
Namun, rencana tersebut baru benar-benar dieksekusi pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui pengesahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara meski hingga kini ibu kota Indonesia masih berada di Jakarta.
Baca Juga: Kalau Ijazah Gibran Bermasalah, Prabowo yang Repot, Kata PSI
Di tengah proses pembangunan dan pemindahan aktivitas pemerintahan, IKN sempat mendapat julukan "kota hantu". Sorotan bahkan datang dari media asing, salah satunya surat kabar Inggris The Guardian pada akhir Oktober 2025 yang menilai kawasan tersebut masih tampak sepi aktivitas serta menghadapi tantangan dalam memindahkan keramaian dan menyesuaikan anggaran.
Kini, situasinya perlahan berubah. Basuki mengungkapkan sejumlah staf dari Sekretariat Wakil Presiden sudah mulai berkantor di IKN. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya optimistis Gibran akan segera menyusul.
"InsyaAllah tahun ini, insyaAllah tahun ini karena sudah beberapa stafnya di sini," kata Basuki kepada wartawan di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, baru-baru ini.
Kendati belum menyebut tanggal pasti, pernyataan Basuki memberikan sinyal bahwa aktivitas Wakil Presiden di kawasan Nusantara bukan lagi sekadar rencana jangka panjang. Kehadiran staf Setwapres di lokasi disebut menjadi bagian dari persiapan sebelum Gibran berkantor di sana.
Tak hanya soal aktivitas pemerintahan, fasilitas untuk menunjang keberadaan Wakil Presiden di IKN juga terus disiapkan. Basuki mengatakan bangunan fisik Istana Wakil Presiden kini sudah hampir rampung.
"Tinggal ngisi furniture-nya, sekarang lagi sedang ditender," ujar Basuki.
OIKN saat ini masih menjalani proses tender untuk pengadaan properti dan furnitur yang akan digunakan di Istana Wakil Presiden. Setelah seluruh fasilitas siap, kompleks tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mendukung aktivitas kerja Wapres Gibran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri