Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Semua Orang Cocok Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2029, Kecuali Gibran bin Jokowi'

        'Semua Orang Cocok Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2029, Kecuali Gibran bin Jokowi' Kredit Foto: Twitter/Anies Baswedan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wacana Pilpres 2029 mulai memunculkan berbagai spekulasi soal siapa yang berpotensi menjadi pasangan calon. Salah satu duet yang ikut diperbincangkan adalah Anies Baswedan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tetapi gagasan tersebut langsung mendapat penolakan dari loyalis Anies, Geisz Khalifah.

        Geisz bahkan mengaku sulit menerima apabila Anies suatu saat memilih putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu sebagai pendampingnya.

        Bagi Geisz, dukungannya kepada Anies sejak awal tidak dibangun atas kepentingan kekuasaan semata, melainkan karena kesamaan visi, gagasan, serta nilai yang diperjuangkan.

        "Semua orang cocok sama Anies kecuali Gibran. Buat saya gak cocok aja gitu, Anies intelektual bersih terus didampingi sama anak haram konstitusi," kata Geisz dalam tayangan video yang diunggah kembali di akun Facebook miliknya, dikutip Selasa (18/8/2026).

        Baca Juga: Prabowo Diberi Data Salah? Susana Ternyata Bukan Pengupas Bawang dan Gajinya Cuma Rp700 Perak

        Pernyataan keras tersebut berkaitan dengan pandangan Geisz terhadap latar belakang politik Gibran, khususnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah batas usia calon presiden dan wakil presiden. Menurutnya, persoalan tersebut menyentuh wilayah prinsip yang tidak bisa begitu saja dikesampingkan demi kepentingan elektoral.

        Geisz menilai apabila Anies menggandeng Gibran hanya demi memperbesar peluang kemenangan, pilihan itu justru berpotensi bertentangan dengan nilai yang selama ini menjadi dasar perjuangan mereka.

        "Itu sama aja kita merusak diri kita sendiri. Menutup mata untuk sebuah ketidakbenaran demi kekuasaan," ungkap Geisz.

        Ia juga menegaskan bahwa dukungannya kepada Anies bukan karena keuntungan materi ataupun kepentingan politik pribadi. Geisz mengaku berada di belakang Anies karena meyakini adanya visi yang sama untuk membawa perubahan bagi bangsa.

        Baca Juga: Kenapa Pidato Prabowo Selalu Blunder? Said Didu Singgung Dua Kemungkinan

        "Gak usah berteman sama gua, kan kita dukung Anies itu dengan, apa, kalau bahasa hiperbolanya segenap hati, segenap pikiran, segenap tenaga," tambah dia.

        Bagi Geisz, kesamaan nilai tersebut justru menjadi alasan dirinya tidak ingin dukungan politik mengubah prinsip yang selama ini diyakini.

        "Karena apa? karena visi, karena nilai. Lalu tiba-tiba dia lompat dari itu demi kekuasaan, ya jalan sendiri aja sana, ngapain sih temenin?" sambungnya.

        Meski begitu, Geisz memahami bahwa politik tidak bisa sepenuhnya lepas dari kompromi. Seorang tokoh politik, menurutnya, tetap harus mampu membangun konsensus dengan berbagai pihak. Namun, kompromi tersebut memiliki batas ketika sudah menyentuh persoalan etik dan prinsip.

        "Politik adalah konflik dan konsensius, kita harus lihat komprominya, konsensiusnya. It's okay dalam hal-hal yang tidak prinsipil. Kalau sudah masalah etik, dia melanggar yang dikatakan sendiri," katanya.

        Geisz kemudian kembali menjelaskan posisinya sebagai sosok yang selama ini dikenal dekat dengan Anies. Ia mengatakan label loyalis tidak berarti dirinya akan selalu membenarkan setiap keputusan Anies apabila keputusan tersebut dianggap keluar dari gagasan awal.

        "Orang boleh ngomong Geisz Khalifah loyalisnya (Anies), iya. Dalam konteks gagasan, kalau dia melewati dari gagasannya?" imbuhnya.

        Karena itu, jika suatu saat arah politik Anies dianggap tidak lagi sejalan dengan nilai yang diyakininya, ia memilih mengambil jarak daripada mengorbankan prinsip.

        "Saya tidak bisa mengkritik teman. Paling tidak, saya diam. Saya tinggalin. Buat apa? Kan kita gak nyari duit di politik. Kita ikut terlibat karena kita merasa bahwa ada sesuatu yang baik untuk bangsa ini," tuturnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: