Sudaryono Kerja Keras Benahi MBG, 1.300 Dapur Disegel Kurang dari Sebulan Menjabat
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap dapur yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan pangan.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah ditutup sejak Sudaryono memimpin lembaga tersebut pada 22 Juli 2026 lalu.
Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya BGN memperketat pengawasan sekaligus mencegah kasus keracunan makanan kembali terjadi. Sudaryono menegaskan tidak akan membiarkan SPPG yang gagal memenuhi standar tetap beroperasi.
"Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya maka dengan berat hati harus saya tutup permanen," kata Sudaryono, dikutip dari Antara, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: 'Semua Orang Cocok Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2029, Kecuali Gibran bin Jokowi'
Penutupan tersebut dilakukan setelah BGN melakukan evaluasi, termasuk menyusul kasus keracunan makanan di Berastagi. Menurut Sudaryono, keamanan pangan harus menjadi perhatian utama karena program MBG menyasar pemenuhan gizi anak-anak di berbagai wilayah Indonesia.
Ia juga menilai pemeriksaan makanan hanya melalui uji organoleptik, seperti mengecek bau dan rasa, belum cukup untuk memastikan makanan terbebas dari kontaminasi bahan kimia berbahaya.
Karena itu, BGN berencana melengkapi setiap dapur SPPG dengan test kit kimiawi. Peralatan tersebut nantinya digunakan untuk mendeteksi keberadaan racun, termasuk arsenik, sekaligus mengetahui adanya pembusukan pada makanan.
Metode penggunaan test kit tersebut diadopsi dari SPPG yang dikelola Bhayangkari Polri. Pengelolaan dapur itu disebut berhasil mencatatkan nol kasus keracunan.
Baca Juga: Gempa NTT Sudah Telan 68 Nyawa, Pemerintah Tegaskan Belum Butuh Bantuan Asing
Tak hanya menyasar dapur MBG, Sudaryono juga menyiapkan tindakan tegas terhadap personel BGN yang tidak mampu menjalankan standar kerja yang telah ditetapkan.
"Dan bagi personil-personil yang tidak bisa mengikuti standar tinggi yang saya punya, mohon maaf harus saya copot atau saya pecat status ASN PPPK-nya," tegasnya.
Menurut Sudaryono, langkah tersebut diperlukan agar kualitas pelaksanaan MBG tetap terjaga. Penindakan juga disebut sebagai bentuk perlindungan terhadap para mitra SPPG lain yang selama ini telah menjalankan tugas sesuai standar.
Dengan penutupan ribuan dapur dan rencana penguatan sistem pemeriksaan makanan, BGN menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya mengejar cakupan penerima manfaat. Aspek keamanan pangan juga menjadi bagian yang semakin diperketat agar program tersebut tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi penerimanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: