Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), perusahaan pengolah gas alam di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tidak hanya memproduksi liquefied natural gas (LNG), tetapi juga menghasilkan kondensat sebagai produk samping yang memiliki nilai ekonomi.
Berbeda dengan produk LNG DSLNG yang mayoritas dipasarkan ke luar negeri, khususnya Jepang dan Korea, kondensat yang dihasilkan perusahaan diserap oleh pasar domestik.
Marine Superintendent DSLNG, Donny Darmawan, mengungkapkan bahwa kondensat produksi perusahaan saat ini dibeli oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk.
“Kita ada kondensat juga di sana. Itu per tahun 16 kapal. Buyernya Chandra Asri. Per kapal 52.500 barel. Jadi cair ya,” ungkap Donny di Terminal LNG DSLNG, Kabupaten Banggai, Senin (17/8/2026).
Dengan kapasitas sekitar 52.500 barel dalam setiap pengapalan, total volume kondensat yang dikirim DSLNG dalam satu tahun mencapai sekitar 840.000 barel.
Pemanfaatan kondensat tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pengolahan gas DSLNG tidak hanya menghasilkan LNG sebagai produk utama, tetapi juga menghasilkan produk hidrokarbon cair yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan oleh industri dalam negeri.
Baca Juga: Optimalisasi Gas Suar, DSLNG Catat Penghematan Rp7,8 Miliar per Tahun
Baca Juga: Ketika Semangat Kemerdekaan Berdenyut dari Kilang LNG Donggi Senoro
Bagi perusahaan yang bergerak di industri petrokimia, seperti Chandra Asri, kondensat tersebut menjadi bahan baku alternatif untuk fasilitas naphtha cracker. Melalui proses pengolahan di fasilitas tersebut, kondensat dapat dikonversi menjadi berbagai produk petrokimia dasar seperti etilena, propilena, pygas, dan mixed C4 yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku bagi berbagai industri turunan, termasuk plastik, kemasan, otomotif, hingga produk kimia lainnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: