Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham-Saham Haji Isam Kompak Menguat, 4 Emiten Bahkan Sentuh ARA

        Saham-Saham Haji Isam Kompak Menguat, 4 Emiten Bahkan Sentuh ARA Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sebanyak lima saham yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam kompak ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Bahkan, empat di antaranya sempat menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

        Kelima saham tersebut yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Pratama Guna Nusa Tbk (PGUN), PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).

        Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), JARR menjadi saham dengan kenaikan terbesar. Saham yang merupakan bagian dari Grup Jhonlin itu melonjak 500 poin atau 24,88% ke level Rp2.510 dan ditutup di batas ARA.

        Saham TEBE juga menguat 340 poin atau 24,73% menjadi Rp1.715 dan menyentuh ARA. Selanjutnya, PGUN melesat 1.525 poin atau 19,93% ke Rp9.175, juga ditutup pada batas ARA.

        Sementara itu, saham PACK naik 28 poin atau 9,46% ke level Rp324 dan turut menyentuh ARA.

        Baca Juga: Konglo Haji Isam Bidik 62,25% Saham BYAN, Begini Kinerja Keuangannya

        Baca Juga: Saham-saham Milik Haji Isam Kompak Terbang Tinggi di Tengah Rumor Akuisisi BYAN

        Baca Juga: Perusahaan Haji Isam Ini Segera Gelar RUPSLB, Muncul di Tengah Rumor Akuisisi BYAN

        Adapun FAST menguat 52 poin atau 10,9% ke level Rp530. Meski mencatat kenaikan signifikan, saham pemegang lisensi KFC di Indonesia tersebut belum mencapai batas ARA.

        Penguatan saham-saham yang terafiliasi dengan Haji Isam terjadi di tengah kabar bahwa pengusaha tersebut tengah membidik kepemilikan saham dalam jumlah besar di PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

        Haji Isam dikabarkan bersiap mengakuisisi sekitar 62,2% saham BYAN milik Dato' Low Tuck Kwong. Jika terealisasi, transaksi tersebut berpotensi mengubah pengendalian atas perusahaan tambang batu bara tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: