- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Polisi Amankan 21 Orang di Tengah Aksi Jakarta, Diduga Bukan Bagian dari Kelompok Mahasiswa
Kredit Foto: Ist
Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang di tengah pengamanan aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah wilayah Jakarta, Selasa. Polisi menduga puluhan orang tersebut bukan bagian dari kelompok mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.
Mereka diamankan oleh tim Preventive Strike dan Preemptive Education setelah kedapatan membawa sejumlah barang yang dinilai berbahaya. Barang tersebut antara lain petasan, flare, serta botol yang diduga dapat digunakan sebagai pemicu bom molotov.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan 21 orang tersebut kini masih menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Polisi masih mendalami tujuan mereka membawa barang-barang tersebut.
"Saat ini 21 orang tersebut sedang dimintai keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait barang-barang berbahaya seperti petasan, flare, dan botol yang dipersiapkan sebagai pemicu bom molotov," kata Budi di Jakarta, Selasa.
Menurut Budi, pengamanan terhadap 21 orang itu merupakan langkah preventif untuk mencegah situasi aksi berkembang menjadi kerusuhan. Polisi ingin mengantisipasi adanya pihak yang memanfaatkan momentum penyampaian pendapat untuk membuat situasi menjadi tidak kondusif.
Dari pendalaman awal, polisi mengindikasikan 21 orang yang diamankan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok mahasiswa yang tengah berunjuk rasa. Dugaan itu masih didalami melalui pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan.
"Mereka diindikasikan sebagai pihak luar yang berniat memanfaatkan situasi untuk memicu konflik dan bentrokan antara petugas pengamanan dan peserta aksi," ujar Budi.
Temuan tersebut menjadi perhatian kepolisian karena aksi unjuk rasa berlangsung di tengah pengerahan ribuan personel di sejumlah titik Jakarta. Polda Metro Jaya sebelumnya menyiapkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan berbagai kegiatan pada hari tersebut.
Jumlah personel itu terdiri atas 5.670 anggota Polda Metro Jaya, 222 personel dari Polres jajaran, 1.500 personel TNI, serta 1.850 personel BKO Mabes Polri. Mereka disebar ke sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan pengamanan.
Selain aksi penyampaian pendapat, personel juga diterjunkan untuk mengamankan kegiatan masyarakat di Jakarta. Secara keseluruhan terdapat 31 aksi penyampaian pendapat dan 16 kegiatan masyarakat yang berlangsung pada Selasa.
Pengamanan dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Sebagian personel juga disiapkan untuk mengawal kegiatan masyarakat dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Baca Juga: 8 Tuntutan Demo Mahasiswa ke Prabowo usai HUT RI ke-81: Turunkan Harga Bensin hingga Bubarkan Yon TP
Budi menegaskan pola pengamanan aksi tetap mengedepankan pendekatan profesional dan humanis. Ia juga memastikan anggota yang bertugas tidak membawa senjata api selama melakukan pengamanan penyampaian pendapat di muka umum.
"Tidak boleh membawa senjata api dalam pelaksanaan pelayanan penyampaian pendapat di muka umum. Kita menyampaikan secara profesional dan humanis," tegas Budi.
Di sisi lain, pemeriksaan terhadap 21 orang yang diamankan masih berlangsung. Polisi akan menentukan langkah hukum selanjutnya berdasarkan hasil pendalaman mengenai asal-usul barang yang dibawa serta tujuan mereka berada di tengah kegiatan unjuk rasa.
Kepolisian masih memisahkan antara peserta aksi yang menyampaikan aspirasi dengan pihak-pihak yang diduga mencoba memanfaatkan situasi. Temuan 21 orang tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Polda Metro Jaya untuk mencegah potensi bentrokan selama rangkaian aksi berlangsung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: