Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sinyal Reshuffle: Jokowi Tak Bisa Tolak Prabowo Copot Orang Dekatnya

        Sinyal Reshuffle: Jokowi Tak Bisa Tolak Prabowo Copot Orang Dekatnya Kredit Foto: Tangkapan layar Youtube TV Parlemen
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Selamat Ginting menilai Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa menolak langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot sejumlah orang dekatnya dalam reshuffle Kabinet Merah Putih.

        Namun, menurut Ginting, Jokowi tetap memberi pesan khusus agar Prabowo tidak mengganti semua loyalisnya di kabinet.

        "Tapi juga mungkin juga ada pesan dari Jokowi, jangan semua orang saya dipenggal lah gitu," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (18/8).

        Gintng menyinggung isu mundurnya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno karena alasan kesehatan, serta posisi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang sudah menjabat lebih dari enam tahun. Menurutnya, Prabowo kemungkinan sudah berkomunikasi dengan Jokowi terkait rencana perombakan.

        "Kemarin kan isu Pratikno mau mundur karena sakit. Saya kira ya Prabowo sudah memberi pesan baik itu lewat telepon atau apa dalam pertemuan khusus. Pak, izin ya kira-kira Pak Jokowi. Orang-orang ini yang dulu direkomendasikan akan saya reshuffle ya karena sudah lama," ucapnya.

        "Misalnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo kan sudah hampir 6 tahun lebih lama dari masa kepresidenan. Saya kira Jokowi juga enggak akan bisa menolak," lanjutnya.

        Ia menambahkan, pergantian dua tokoh yang dekat dengan Jokowi bisa menjadi kunci reshuffle kali ini. Bahkan, nama Pratikno sempat dikaitkan dengan isu ijazah Jokowi saat menjabat rektor UGM.

        "Ini Pratikno kan Mensesneg dulu sangat dekat gitu. Kemudian juga dia dituding sebagai dituding ya sebagai otak dari ee kasus ijazah Jokowi karena pernah menjadi rektor UGM sehingga orang menunggu juga nih Listyo Sigit Prabowo dan Praktikno," ungkapnya.

        "Karena ada kemungkinan kalau itu diganti kasus ijazahnya akan berbeda. Nah, saya tidak mengatakan palsu atau tidak palsu. saya enggak pedulilah itu gitu," tandasnya.

        Baca Juga: Panggung Depan vs Panggung Belakang: Benarkah Prabowo-Jokowi Baik-baik Saja?

        Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga kini belum ada rencana reshuffle. Jika pun ada perubahan, fokus utamanya bukan mengganti menteri, melainkan mengisi posisiĀ  yang sedang kosong.

        "Sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih. Sekali lagi kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong. Contohnya adalah Wakil Menteri Pertanian, kemudian Wakil Menteri Imipas," ucap Pras di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: