Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Melonjak 1,68% ke 6.501,58, Mayoritas Saham Menguat

        IHSG Melonjak 1,68% ke 6.501,58, Mayoritas Saham Menguat Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat signifikan pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 107,46 poin atau 1,68% ke level 6.501,58.

        Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.444,40 hingga 6.514,68. Indeks sempat menyentuh level tertingginya di 6.514,68 sebelum akhirnya ditutup pada level 6.501,58.

        Aktivitas perdagangan saham juga cukup ramai. Nilai transaksi di BEI mencapai Rp14,95 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 42,93 miliar saham.

        Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 452 saham berakhir di zona hijau, sementara 190 saham melemah dan 150 saham lainnya ditutup stagnan.

        Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas mengaku IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dalam rentang 6.300-6.450 pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik yang cenderung beragam.

        Phintraco Sekuritas menyebut sejumlah sentimen positif masih menopang pasar. Salah satunya berasal dari bursa saham Wall Street yang ditutup menguat pada perdagangan Rabu (19/8/2026), seiring penurunan imbal hasil atau yield US Treasury.

        Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) juga mengumumkan rencana untuk menggandakan volume pembelian kembali utang pemerintah. Kebijakan tersebut dinilai menjadi katalis positif bagi pasar keuangan.

        Namun, ruang penguatan IHSG masih berpotensi terbatas karena pasar menghadapi sejumlah sentimen negatif. Salah satunya adalah kembali meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang membuat prospek inflasi global semakin sulit diprediksi.

        Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia.

        Baca Juga: IHSG Melejit 1% di Awal Perdagangan, Tembus Level 6.460

        Baca Juga: Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp1, Ini Alasan BEI

        Baca Juga: Emiten Milik Haji Isam Bantah Akuisisi 62,25 Saham BYAN

        Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memilih mempertahankan BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 19 Agustus 2026. Di sisi lain, pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan kinerja positif dengan tumbuh 13,58% secara tahunan (YoY) pada Juli 2026.

        Sentimen dari pasar komoditas juga turut menjadi perhatian. Harga minyak mentah menguat sekitar 1% pada perdagangan Rabu. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi apabila berlanjut dalam jangka panjang.

        Sementara itu, yield US Treasury tenor 10 tahun turun lebih dari 6 basis poin menjadi 4,637%. Harga emas spot juga melonjak 3,4% ke level US$4.479 per troy ounce.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: