Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DPK Tumbuh 23%, Citibank Indonesia Kantongi Dana Rp72,6 Triliun

        DPK Tumbuh 23%, Citibank Indonesia Kantongi Dana Rp72,6 Triliun Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Citibank Indonesia mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 23,29% secara tahunan menjadi Rp72,6 triliun pada semester I 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kinerja pendanaan tetap kuat di tengah kondisi pasar yang dinamis.

        CEO Citibank Indonesia, Batara Sianturi, mengatakan pertumbuhan berkelanjutan Citibank ditopang oleh tiga lini bisnis utama, yakni banking, markets, dan services.

        “Pertumbuhan DPK terutama didorong oleh peningkatan dana giro yang mencapai sekitar 36,5% secara tahunan menjadi Rp60,4 triliun,” Kamis, (20/8/2026).

        Kenaikan tersebut turut memperkuat porsi dana murah Citibank Indonesia. Rasio dana murah tercatat sebesar 83,23%, meningkat dari 75,16% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Di sisi penyaluran kredit, Citibank Indonesia juga masih mencatat pertumbuhan positif. Kredit tumbuh 8% secara tahunan menjadi Rp29,9 triliun pada semester I 2026.

        “Secara sustainable, pertumbuhan kami didorong oleh fokus pada tiga lini bisnis, yaitu banking, markets, dan services,” ujar Batara dalam konferensi pers kinerja Citibank.

        Kendati demikian, Citibank Indonesia mencatat laba bersih Rp994 miliar pada semester I 2026. Profitabilitas tersebut mengalami moderasi akibat kondisi pasar yang memengaruhi keuntungan dari penjualan aset keuangan.

        Batara menjelaskan, tekanan terhadap laba lebih disebabkan oleh volatilitas pasar, sementara kinerja bisnis utama Citi masih cukup kuat.

        “Kinerja underlying daripada top line kami cukup strong. Yang menjadi impact daripada penurunan laba itu adalah realisasi penjualan aset keuangan,” katanya.

        Di tengah kondisi tersebut, Citi tetap menjaga kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau NPL berada pada level rendah sebesar 0,19%, sementara rasio kecukupan modal atau CAR mencapai 31,43%.

        Dari sisi likuiditas, posisi Citi Indonesia juga tetap kuat. Hal itu tercermin dari rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang mencapai 276,26%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

        Baca Juga: Laba Meroket dan Aset Tembus Rp 81,1 Triliun jadi Kado Manis Milad BSN ke-1

        Baca Juga: Kredit Perbankan di Juli 2026 Makin Gacor, Tumbuh 13,58 Persen

        Batara mengatakan, Citibank akan terus memanfaatkan jaringan global untuk mendukung pertumbuhan bisnis di Indonesia, termasuk melalui pembiayaan korporasi, pasar modal, perdagangan internasional, dan layanan perbankan bagi perusahaan multinasional.

        Dengan kondisi fundamental yang tetap kuat, Citibank Indonesia optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Perusahaan juga akan terus memperkuat layanan digital dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta mendukung kebutuhan nasabah di tengah dinamika pasar global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aryo Hadi Wibowo
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: