Penyaluran Kredit Citibank Indonesia Nyaris Sentuh Rp30 Triliun di Semester I 2026
Kredit Foto: Citi Indonesia
Citi Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 8% secara tahunan pada semester I 2026 menjadi Rp29,9 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang masih dinamis.
Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia, Batara Sianturi, mengatakan pertumbuhan kredit menjadi bagian dari strategi Citi untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Selain tumbuh secara tahunan, kredit Citi Indonesia meningkat 11,05% dibandingkan posisi akhir Desember 2025. Citi juga tetap menjaga kualitas kredit melalui pengelolaan risiko yang hati-hati.
“Kami mempertahankan momentum positif semester pertama. Kredit tumbuh 8 persen secara tahunan dan 11,05 persen dari posisi akhir tahun Desember,” ujar Batara, Kamis (20/8/2026).
Memasuki semester II 2026, Citi Indonesia melihat prospek penyaluran kredit masih cukup kuat. Hal ini tercermin dari pipeline kredit yang telah disiapkan untuk periode Juli hingga Desember.
Batara menyebut pipeline kredit Citi Indonesia pada semester II mencapai sekitar Rp5 triliun. Sebagian besar pipeline tersebut berasal dari perusahaan lokal dengan porsi sekitar 60%.
Selain perusahaan lokal, pipeline kredit juga berasal dari bisnis multinasional, commercial banking, serta trade finance. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan pembiayaan dari sektor korporasi masih cukup besar.
Adapun tiga sektor yang diperkirakan menjadi pendorong utama pipeline kredit Citi pada semester II adalah telekomunikasi dan komunikasi, financial institution dan non-bank financial institution, serta pertambangan dan konstruksi.
“Telco dan communication, kemudian FI dan NBFI, dan yang terakhir mining and construction. Jadi tiga sektor itu yang akan drive semua pipeline untuk semester kedua,” kata Batara.
Setelah tiga sektor tersebut, Citi masih melihat peluang pertumbuhan dari sektor lain seperti retail dan industri kimia. Citi akan menyesuaikan ekspansi kredit dengan perkembangan kebutuhan pembiayaan dari masing-masing sektor.
Batara mengatakan, target ekspansi kredit Citi yang telah disampaikan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) juga telah memperhitungkan pipeline untuk periode Juli hingga Desember 2026.
Baca Juga: Citibank Ungkap Tantangan Berat BI Jaga Stabilitas Ekonomi Indonesia
Baca Juga: Kredit Perbankan di Juli 2026 Makin Gacor, Tumbuh 13,58 Persen
Selain kredit, Citi juga terus memperkuat bisnis perdagangan dan pembiayaan lintas negara. Sebagai bank global, Citi melihat aktivitas perusahaan multinasional dan arus investasi asing menjadi salah satu peluang pertumbuhan bisnis ke depan.
Citi optimistis pipeline yang kuat serta kondisi pasar yang semakin kondusif dapat mendukung kinerja kredit pada semester II. Bank juga akan tetap mengutamakan kualitas aset dan disiplin pengelolaan risiko dalam mendorong pertumbuhan kredit.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: