Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pigai Sebut Kerumunan Karnaval Monas Bukti Rakyat Puas, Ada yang Bantah: 'Karena Makanan & Suvenir Gratis'

        Pigai Sebut Kerumunan Karnaval Monas Bukti Rakyat Puas, Ada yang Bantah: 'Karena Makanan & Suvenir Gratis' Kredit Foto: Setkab
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Akun media sosial Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dibanjiri protes setelah mengomentari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto turun menjadi 51,1%.

        Angka tersebut merosot sekitar 30 poin dari tingkat kepuasan 81,2% pada November 2025. Penurunan itu disebut dipengaruhi penilaian negatif masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.

        Pigai membantah hasil survei tersebut dengan menjadikan jumlah masyarakat yang hadir dalam acara karnaval kemerdekaan di kawasan Monas sebagai ukuran kepuasan publik.

        "Saya tidak pernah percaya survei. Lautan manusia merupakan indeks paling real kepuasan rakyat," kata Pigai dalam unggahannya di X.

        Pernyataan tersebut kemudian menuai kritik dari sejumlah pihak. Pengamat politik Hendri Satrio mempertanyakan klaim Pigai dengan membandingkan jumlah peserta acara dengan total penduduk Indonesia.

        "Lah itu dikit, buset orang Indonesia 290 juta, ya ampun," kata Hendri.

        Sementara itu, penulis Tere Liye juga turut menyanggah pernyataan Pigai. Ia menilai kerumunan masyarakat dalam acara pemerintah tidak bisa secara otomatis dijadikan indikator kepuasan terhadap pemerintah.

        "Kenapa sih acara-acara pejabat itu rame? Lautan manusia? Jawabannya sederhana sekali," kata Tere Liye.

        Menurut Tere Liye, masyarakat dapat tertarik menghadiri acara pemerintah karena adanya pembagian makanan, minuman, sembako, suvenir hingga hadiah.

        Ia mencontohkan Pesta Rakyat Monas 2026 itu menyediakan 1.200 stan makanan dan minuman gratis serta membagikan sekitar 300.000 suvenir dan hadiah.

        Tere Liye juga menilai kehadiran masyarakat dalam acara tersebut tidak selalu berarti dukungan terhadap pejabat. Menurut dia, masyarakat bisa datang untuk menikmati hiburan yang disediakan secara gratis setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

        "Mereka datang bukan semata-mata karena love sekebon sama pejabatnya, mereka datang nyari hiburan, setelah stres bekerja, dll," ujarnya.

        Ia kemudian menawarkan cara lain untuk mengukur antusiasme masyarakat terhadap pemerintah. Menurut Tere Liye, pemerintah bisa menggelar acara berbayar dan melihat apakah masyarakat tetap bersedia datang.

        "Jika itu stadion penuh, yes! Itu baru mantab. 100.000 yang nonton, uang 100 miliar bisa buat MBG deh," kata Tere Liye.

        Sementara itu, unggahan Pigai di platform X tercatat dibanjiri komentar warganet. Hingga informasi tersebut disampaikan, postingan itu telah mendapat sekitar 928 komentar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: