Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        CFTC Tak Mau Tunggu Kongres, Aturan Baru Kripto Siap Diluncurkan

        CFTC Tak Mau Tunggu Kongres, Aturan Baru Kripto Siap Diluncurkan Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat memastikan tetap melanjutkan penyusunan regulasi industri kripto meski Rancangan Undang-Undang (RUU) Digital Asset Market Clarity (CLARITY) Act masih tertahan di Kongres. 

        Ketua CFTC Michael Selig mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah aturan yang akan diterapkan apabila pembahasan RUU CLARITY tidak segera mencapai kesepakatan.

        "Kami akan memberikan ruang bagi CLARITY untuk memperoleh pemungutan suara. Namun, jika Partai Demokrat tidak dapat mendukung rancangan undang-undang bipartisan yang telah memuat kompromi dari kedua belah pihak dan mengirimkan versi yang adil kepada Presiden, saya akan menginstruksikan staf CFTC untuk segera mengusulkan aturan baru bagi industri ini," kata Selig dalam pertemuan perdana Innovation Advisory Committee CFTC.

        Ia menegaskan CFTC tidak akan tinggal diam di tengah ketidakpastian regulasi.

        "Kami akan membantu Presiden Donald Trump mewujudkan kepastian regulasi apabila Kongres tidak melakukannya," ujarnya.

        Selig mengungkapkan telah menginstruksikan staf CFTC menyusun aturan yang memungkinkan entitas terdaftar maupun belum terdaftar menawarkan perdagangan aset kripto dengan fasilitas leveraged atau margin trading. Regulator juga tengah mengkaji perlindungan bagi pengembang (developer protections) dalam ekosistem aset digital.

        RUU CLARITY saat ini masih tertunda hingga Senat AS kembali bersidang pada September 2026. RUU tersebut membutuhkan dukungan sedikitnya 60 senator sebelum dikirim ke DPR AS dan selanjutnya kepada Presiden Donald Trump untuk ditandatangani atau diveto.

        Pernyataan Selig disampaikan sehari setelah dirinya menghadiri pertemuan di Gedung Putih bersama Trump dan pelaku industri kripto. Dalam kesempatan itu, Trump kembali mendesak Kongres mengesahkan "versi yang adil" dari CLARITY agar Amerika Serikat tetap unggul dalam persaingan teknologi aset digital menghadapi China.

        Baca Juga: Pasar Kripto Kompak Menguat, Analis Ungkap Potensi Bitcoin Tembus US$100.000

        Baca Juga: Minat Pasar Tinggi, Indonesia Punya Peluang Perkuat Posisi Liquidity Hub Aset Kripto

        Baca Juga: Kripto Belum Rebound, Tapi 22,69 Juta Akun Sudah Terjun ke Pasar

        Namun, pembahasan RUU masih menghadapi kendala politik. Sejumlah anggota Partai Demokrat meminta aturan etika yang lebih ketat terkait investasi kripto keluarga Trump. Meski Trump mengklaim banyak anggota Demokrat mendukung RUU tersebut, belum ada kepastian dukungan mencapai ambang batas 60 suara di Senat.

        Agenda CFTC sejalan dengan langkah Securities and Exchange Commission (SEC), yang sebelumnya mengusulkan aturan baru berupa safe harbor agar token tertentu tidak otomatis dikategorikan sebagai kontrak investasi (investment contract) serta memberikan sejumlah pengecualian bagi penerbit aset digital.

        Selain isu kripto, Innovation Advisory Committee CFTC juga membahas kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pasar prediksi (prediction markets). Di bawah kepemimpinan Selig, CFTC menegaskan memiliki yurisdiksi eksklusif atas pasar prediksi dan telah menggugat sejumlah otoritas negara bagian dalam perkara yang melibatkan Kalshi dan Polymarket.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: