Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anies Baswedan Kasih Tips Hadapi Ekonomi Berat Jika Solusi Pemerintah 'Tak Jalan'

        Anies Baswedan Kasih Tips Hadapi Ekonomi Berat Jika Solusi Pemerintah 'Tak Jalan' Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketidakpastian ekonomi yang menekan masyarakat akar rumput menjadi perhatian mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut Anies, keresahan mengenai kebutuhan pokok, biaya pendidikan anak, hingga kebutuhan bertahan hidup sehari-hari membutuhkan langkah praktis yang bisa dilakukan masyarakat secara mandiri.

        Dalam siniar NOTASLIMBOY TV bersama Sammy dan David yang tayang pada 12 Agustus 2026, Anies menilai solusi makro di tingkat negara tidak selalu dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi saat ini. Karena itu, ia membagikan sejumlah strategi yang dapat diterapkan warga untuk menghadapi tekanan ekonomi.

        Pangkas Pengeluaran yang Bukan Prioritas

        Langkah pertama yang disarankan Anies adalah mengevaluasi kembali pengeluaran rumah tangga. Ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang menjalankan keuangan keluarga dengan pola mengalir begitu saja tanpa menetapkan prioritas.

        Anies menyarankan masyarakat menuliskan lima kebutuhan utama untuk mengetahui pos pengeluaran mana yang benar-benar penting dan mana yang masih bisa dikurangi.

        "Tuliskan saja lima prioritas utama yang menyangkut kebutuhan. Nanti ketika itu ditulis, ada pengeluaran-pengeluaran kita yang ternyata sebetulnya bukan kebutuhan yang paling utama, supaya masih punya sisa uang," kata Anies.

        Menurut dia, pemetaan tersebut dapat membantu masyarakat menemukan pengeluaran yang tidak esensial sehingga sebagian dana dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

        Jangan Ikut-ikutan Bisnis yang Sedang Ramai

        Strategi kedua berkaitan dengan cara masyarakat mencari tambahan penghasilan. Anies mengingatkan agar warga tidak sekadar mengikuti jenis usaha yang sedang ramai dilakukan banyak orang.

        Menurut dia, ketika banyak orang menjalankan usaha yang sama dalam waktu bersamaan, persaingan dapat menjadi semakin ketat dan pasar lebih cepat jenuh.

        Karena itu, Anies mendorong masyarakat mencari kebutuhan atau peluang yang belum banyak digarap.

        "Coba lihat apa sih yang belum kelihatan, apa sih yang belum terpikirkan. Peluang ekonomi apa yang bisa kita kerjakan tapi belum dikerjakan sekarang?" ujarnya.

        Pendekatan tersebut, menurut Anies, dapat membuka kemungkinan munculnya aktivitas ekonomi alternatif di tengah kondisi yang sulit.

        Dorong Warga Manfaatkan AI Gratis

        Anies juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai salah satu alat yang dapat membantu masyarakat mencari peluang ekonomi.

        Ia mendorong masyarakat agar tidak gagap terhadap perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan layanan AI yang dapat diakses secara gratis melalui ponsel.

        AI, menurut Anies, dapat digunakan layaknya konsultan sederhana untuk membantu mengidentifikasi peluang ekonomi di lingkungan sekitar.

        "Manfaatkan AI ini. Ketik: 'Saya tinggal di daerah ini, apa ya peluang ekonomi yang banyak dibicarakan di daerah ini tapi belum banyak yang ngerjain?'. Itu memberi kita kesempatan untuk mencari peluang baru," jelasnya.

        Koperasi Disebut Bisa Jadi Benteng dari Pinjol

        Di luar strategi individu, Anies menilai kekuatan kolektif masyarakat juga penting. Ia mengaitkannya dengan keberadaan koperasi di lingkungan permukiman.

        Berdasarkan pengamatannya di berbagai kampung di Jakarta, warga yang berada dalam ekosistem kampung dengan koperasi aktif dinilai lebih mampu menghadapi tekanan ekonomi dan lebih sedikit terjerat pinjaman online atau pinjol.

        Anies menempatkan koperasi sebagai salah satu benteng ekonomi masyarakat ketika akses terhadap kebutuhan dan permodalan menjadi semakin sulit.

        Baca Juga: Soal 'Dipecat' Jokowi, Anies Baswedan Masih Belum Tahu Alasannya hingga Saat Ini

        Dalam diskusi tersebut, Anies juga menyinggung fenomena shrinkflation, yakni penyusutan ukuran atau porsi produk ketika harga jual dipertahankan.

        Ia menggambarkan fenomena tersebut melalui berbagai produk makanan yang ditemui masyarakat, mulai dari porsi ayam goreng dan bakwan hingga wajik di Aceh yang disebut mengalami pemangkasan ukuran hingga separuh.

        Fenomena itu menjadi gambaran tekanan daya beli yang dirasakan masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, Anies mendorong masyarakat beradaptasi dengan lebih cerdas melalui pengelolaan pengeluaran, pencarian peluang ekonomi baru, pemanfaatan teknologi, serta penguatan ekonomi kolektif melalui koperasi.

        Pada saat yang sama, ia menekankan pentingnya peran negara dalam menghadirkan permodalan dan kebijakan ekonomi yang lebih berpihak kepada masyarakat lapisan bawah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: