Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Viral Ucapan Menterinya Prabowo 'Remehkan' Gempa di NTT: 5,8-5,6 Itu Makanan Sehari-hari

        Viral Ucapan Menterinya Prabowo 'Remehkan' Gempa di NTT: 5,8-5,6 Itu Makanan Sehari-hari Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjadi sorotan setelah pernyataannya terkesan meremehkan soal gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menterinya Prabowo itu melakukan hal terkait dalam rapat bersama Komisi V DPR RI.

        Dody menceritakan pengalamannya ketika berada langsung di wilayah terdampak gempa. Ia mengaku sempat merasakan guncangan saat sedang berdiri di podium dalam sebuah upacara. Namun, Cara Dody menggambarkan frekuensi dan kekuatan gempa di wilayah tersebut justru memicu kontroversi.

        Baca Juga: Alur Jualan Kursi Maba Rektor Unsoed Terbongkar: Dikoordinasikan Guru, Fee Tembus Rp500 Juta

        "Memang tiap hari di seluruh daerah terdampak itu masih gempa, Pak. Jadi saya waktu upacara di itu saya kena gempa 5,8 Pak. Saat saya lagi berdiri di podium. Jadi memang 5,8-5,6 itu sudah jadi makanan sehari-hari," ungkap Dody, dikutip Sabtu (22/8/2026).

        Penggunaan istilah "makanan sehari-hari" untuk menggambarkan gempa dengan magnitudo tersebut menuai sorotan karena bencana tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat NTT.

        Adapun Dody sebenarnya ingin memberikan gambaran mengenai situasi yang ia temui ketika berada di daerah terdampak. Ia menyampaikan bahwa guncangan masih terjadi di sejumlah wilayah dan menjadi bagian dari kondisi yang harus dihadapi selama proses penanganan darurat.

        Bagi pemerintah, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan penanganan pascabencana masih berlangsung dalam situasi yang belum sepenuhnya stabil. Guncangan susulan dapat menjadi tantangan bagi proses pemeriksaan infrastruktur, penanganan kerusakan, hingga pembangunan kembali fasilitas publik. Namun, perhatian publik kemudian lebih tertuju pada pilihan kata yang digunakan Dody.

        Istilah "makanan sehari-hari" dianggap dapat memberikan kesan bahwa gempa dengan magnitudo 5,8 hingga 5,6 merupakan sesuatu yang ringan atau biasa saja. Padahal, bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak, gempa susulan dapat menimbulkan kekhawatiran dan memperpanjang kondisi darurat.

        Adapun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka  menyiapkan langkah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia sedang mengupayakan pemberian masa tenggang pembayaran kredit atau grace period bagi warga yang kesulitan memenuhi kewajiban pinjaman selama masa pemulihan bencana.

        Gibran mengatakan koordinasi mengenai kebijakan tersebut sudah dilakukan pemerintah. Ia ingin masyarakat terdampak tidak semakin terbebani dengan tagihan kredit ketika masih berhadapan dengan dampak bencana.

        "Nanti akan diberikan sedikit keleluasaan biar tidak terbebani selama masa bencana. Tadi pagi sudah saya koordinasikan," kata Gibran.

        Baca Juga: Dedi Mulyadi Soal Ikut Rencana Kudeta Prabowo di Oktober: Semua Masalah Selesai Ketika Saya Datang

        Menurut Gibran, keringanan tersebut nantinya tidak hanya berkaitan dengan pinjaman konsumtif. Kredit usaha milik masyarakat yang aktivitas ekonominya terdampak gempa juga menjadi perhatian.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: