Kredit Foto: Indodax
CEO Indodax William Sutanto menilai perkembangan industri kripto membutuhkan keseimbangan antara penguatan regulasi dan ruang inovasi, seiring meningkatnya keterhubungan aset digital dengan sistem keuangan konvensional.
Menurut William, tokenisasi menjadi salah satu jembatan yang mempertemukan aset finansial tradisional dengan teknologi blockchain. Aset tradisional semakin memungkinkan untuk direpresentasikan secara on-chain, sehingga investor kripto dan institusi perbankan dapat berinteraksi dalam ekosistem yang sama.
“Ketika aset tradisional mulai masuk ke blockchain, batas antara traditional finance dan kripto menjadi semakin tipis. Ini membuka peluang yang besar, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, regulasi, dan infrastruktur yang mampu menghubungkan kedua ekosistem tersebut,” ujar William dalam acara Coinfest Asia 2026 di Bali, 21 Juni.
Menurutnya, perkembangan tersebut juga diikuti perubahan profil investor. Kripto yang sebelumnya banyak dikaitkan dengan spekulasi dan pergerakan pasar jangka pendek kini mulai dilihat sebagai bagian dari pilihan investasi yang lebih luas.
Keterlibatan institusi yang semakin besar membuat regulasi menjadi elemen penting untuk menjaga perlindungan konsumen dan kepercayaan pasar. Namun, William menilai karakter industri kripto yang berkembang cepat perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan aturan.
“Kripto dan blockchain pada dasarnya merupakan playground yang besar bagi inovasi di sektor finansial. Ruang inilah yang menjadi salah satu alasan industri ini bisa berkembang begitu cepat. Karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan agar regulasi tetap memberikan perlindungan, sekaligus memberi ruang bagi pengembangan produk dan layanan baru secara terarah,” jelasnya.
William juga menyoroti aspek daya saing pelaku industri domestik. Menurutnya, platform lokal perlu memiliki ruang untuk mengembangkan produk yang relevan ketika harus bersaing dengan platform offshore yang memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menghadirkan inovasi.
Selain regulasi, likuiditas menjadi faktor penting dalam pengembangan pasar aset digital. Industri, kata William, perlu membangun kemudahan perpindahan antara mata uang fiat dan aset kripto serta memperkuat infrastruktur yang dapat menjangkau lebih banyak pengguna.
Stablecoin juga dinilai berpotensi semakin berperan sebagai penghubung antara sistem keuangan konvensional dan ekonomi on-chain. Instrumen tersebut dinilai dapat menyediakan jalur yang lebih familiar bagi pengguna untuk memasuki ekosistem aset digital.
“Yang paling penting ke depan adalah bagaimana kita membangun likuiditas, user experience (UX), dan infrastruktur yang semakin baik. Dengan teknologi yang terus berkembang, sekarang tantangannya adalah membuat ekosistem kripto semakin mudah diakses dan relevan bagi lebih banyak orang,” tambah William.
Baca Juga: Indodax dan Bank INA Satukan Layanan Perbankan Digital dengan Ekosistem Kripto
Baca Juga: Indodax Ungkap Industri Kripto Indonesia Masuk Babak Baru, Regulasi OJK Jadi Kunci
Baca Juga: Indodax Perkuat Strategi Retensi, Hadirkan Fitur DAX Rewards ke 10 Juta Pengguna
William turut menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat. Menurutnya, pemahaman terhadap aset digital tidak hanya mencakup potensi investasi, tetapi juga cara kerja teknologi dan tanggung jawab penggunaannya.
Dalam kesempatan tersebut, Indodax juga mengumumkan dua pengembangan produk, yakni fitur gamifikasi DAX Rewards dan pembaruan Trade API v2. DAX Rewards dirancang untuk menghadirkan pengalaman gamifikasi bagi pengguna, sedangkan Trade API v2 ditujukan untuk mendukung pengembang dan pengguna yang memanfaatkan sistem perdagangan otomatis.
“Bagi kami, inovasi harus bisa dirasakan langsung oleh pengguna maupun developer. Melalui DAX Rewards dan pembaruan Trade API v2, kami ingin terus menghadirkan produk yang relevan sekaligus mendukung perkembangan ekosistem kripto Indonesia,” tutup William.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: