Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menlu Iran Ejek Strategi Trump, Sebut AS Frustrasi Hadapi Teheran

        Menlu Iran Ejek Strategi Trump, Sebut AS Frustrasi Hadapi Teheran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai Amerika Serikat sedang frustrasi menghadapi Teheran. Menurutnya, berbagai tekanan militer dan ekonomi yang diterapkan Washington berulang kali gagal mencapai tujuan.

        Araghchi mencemooh istilah "operasi ekonomi melumpuhkan" yang digunakan Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut kebijakan tersebut hanya merupakan strategi lama Washington yang dikemas dengan istilah baru.

        "Ini adalah film lama yang diputar ulang, dan kami sudah sangat hafal jalan ceritanya dan mengetahui bagaimana cara menghadapi dan menanganinya," kata Araghchi saat berada di makam pendiri Iran Imam Khomeini, Minggu (23/8) waktu setempat.

        Araghchi mengatakan AS telah menggunakan berbagai istilah untuk menggambarkan kebijakan tekanannya terhadap Iran. Istilah tersebut antara lain "sanksi yang melumpuhkan" pada era Barack Obama dan "tekanan maksimum" pada masa jabatan pertama Trump.

        Menurut Araghchi, perubahan dari ancaman operasi militer menuju tekanan ekonomi menunjukkan frustrasi Washington. Ia menilai AS tidak menemukan cara efektif untuk menghadapi Iran.

        "Fakta bahwa mereka kembali mengerahkan rencana-rencana lama mereka, setelah sebelumnya mengandalkan operasi militer dan ancaman untuk melancarkan serangan serta melakukan hal ini dan hal itu, menunjukkan bahwa mereka sedang putus asa," ucap Araghchi.

        Araghchi menegaskan Iran tidak takut menghadapi ancaman blokade ekonomi maupun tekanan militer dari AS. Ia juga meyakini kampanye tekanan terbaru Washington akan mengalami nasib yang sama seperti kebijakan sebelumnya.

        "Kami tidak pernah takut," tegasnya.

        Araghchi kemudian meminta AS mengubah pendekatannya terhadap Iran. Menurutnya, hubungan kedua negara harus dibangun melalui rasa hormat, keadilan, dan martabat.

        Baca Juga: Iran Ancam Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS: Akan Kami Anggap Musuh

        "Mereka harus kembali ke jalur yang sudah pernah ditempuh sebelumnya. Bangsa Iran akan menanggapi sikap yang menjunjung tinggi martabat dengan rasa hormat," cetusnya.

        Sebelumnya, Trump mengancam Iran dengan "perang dan isolasi ekonomi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya". Trump juga memperingatkan negara mana pun yang memberikan bantuan kepada Iran akan menghadapi "konsekuensi ekonomi yang SANGAT BERAT".

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: