Kredit Foto: BPMI
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai kini mulai terkuak sikap Presiden ke‑7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang disebut tidak rela menyerahkan kekuasaan kepada siapapun, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyoroti pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyinggung kemungkinan Pemilu 2029 digelar lebih cepat.
"Solo sedang makan bubur panas Hambalang. Akhirnya terbuka dan terkuak bahwa Jokowi tidak rela serahkan kekuasaan ke siapapun, termasuk ke Pak @prabowo terkuak," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (26/8).
Menurutnya, kelompok yang disebut sebagai Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok) plus poros SSB (Singapura, Solo, Bandung) sedang bergerak.
Sebelumnya, beredar video Budi Arie yang menyinggung insting politiknya soal kemungkinan pemilu lebih cepat dari 2029, yang disambut sorakan “Siap!” dari audiens.
"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ucap Budi Arie yang langsung dijawab seruan "Siap!" dari audiens.
Baca Juga: Jokowi–Anies Disebut Figur Tanpa Partai, Gibran Hanya Boneka
Budi Arie kemudian membandingkan kondisi sosial‑ekonomi saat ini dengan masa transisi Orde Baru ke Reformasi 1997–1999, ketika pemilu digelar lebih cepat pada 1999.
"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: