Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bus Demo 27 Agustus Dicegah, Said Didu Kaitkan dengan Rencana Pemilu Dipercepat

        Bus Demo 27 Agustus Dicegah, Said Didu Kaitkan dengan Rencana Pemilu Dipercepat Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyinggung kemungkinan Pemilu 2029 digelar lebih cepat.

        Said Didu mempertanyakan apakah percepatan yang dimaksud Budi Arie berkaitan dengan demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR RI..

        Ia menyinggung rombongan bus dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang dilaporkan dicegah, diintimidasi, dan batal berangkat. Massa tersebut tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang berencana menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset.

        "Dari rombong asal bus yang mau masuk demo ke Jakarta tgl 27 Agustus - bagi yang paham, pasti tahu bahwa asal bus-bus tersebut dari wilayah-wilayah “kantong”. Ini langkah percepatan yang dimaksud Budi Arie?" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (26/8). 

        Sebelumnya, beredar video Budi Arie yang menyinggung insting politiknya soal kemungkinan pemilu lebih cepat dari 2029, yang disambut sorakan “Siap!” dari audiens.

        "Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ucap Budi Arie yang langsung dijawab seruan "Siap!" dari audiens.

        Baca Juga: Orang Dalam Kabinet Prabowo Buka-bukaan: Budi Arie Dijauhi Semua Menteri

        Budi Arie kemudian membandingkan kondisi sosial‑ekonomi saat ini dengan masa transisi Orde Baru ke Reformasi 1997–1999, ketika pemilu digelar lebih cepat pada 1999.

        "Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: