Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan pemerintah sedang memperbaiki parameter desil 1-10 yang menjadi dasar penentuan penerima bantuan sosial (bansos), subsidi, dan program perlindungan sosial.
Perbaikan dilakukan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan pengukuran ulang parameter untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran anggaran negara.
“Pemerintah ingin memperbaiki dengan DTSEN. Dari DTSEN itu nanti perbaikan-perbaikan itu akan dilakukan dan parameter-parameternya sedang diukur ulang supaya lebih mengenal, lebih tepat,” ujar Misbakhun saat ditemui usai acara OJK Digination Day 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Misbakhun menjelaskan, desil selama ini menjadi salah satu tolok ukur pemerintah dalam menentukan kelompok masyarakat yang berhak menerima berbagai program perlindungan sosial.
"Siapa yang berhak? Desil-desil itulah yang dipakai selama ini sebagai tolok ukur siapa yang akan masuk dalam kategori penerima bantuan sosial, baik dalam kategori bantuan yang mengentas kemiskinan, intervensi-intervensi kebijakan yang berkaitan dengan subsidi. Nah, ini yang sedang kita perbaiki bersama," ujar dia.
Menurut dia, perbaikan data penerima manfaat menjadi penting mengingat anggaran negara yang dialokasikan untuk berbagai program tersebut mencapai ribuan triliun rupiah.
"Jangan sampai kemudian negara sudah menggelontorkan uang yang nilainya sampai ribuan triliun itu kemudian tidak tepat sasaran," ujarnya.
Baca Juga: Desil DTSEN Bermasalah, DPR Khawatir Warga Miskin Kehilangan Hak Kesehatan
Baca Juga: Warga Protes Salah Masuk Desil 9-10, Purbaya Benahi Data DTSEN Jelang Pembatasan Pertalite
Baca Juga: BPS Ungkap Alasan Desil Tak Selalu Cocok dengan Kekayaan Warga: Bukan Ukuran Kondisi Ekonomi
Selain memperbaiki parameter penerima manfaat, proses tersebut berjalan beriringan dengan pelaksanaan sensus ekonomi. Sensus ekonomi juga digunakan untuk mengkalibrasi ulang baseline produk domestik bruto (PDB).
"Sensus ekonomi nanti akan termasuk baseline PDB-nya nanti akan sedang dikalibrasi ulang," kata Misbakhun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: