Kredit Foto: Kementerian Kominfo
Jurnalis senior Hersubeno Arief kembali mengungkit klaim Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, bahwa dirinya pernah diminta Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung ke Partai Gerindra.
Saat itu, Budi Arie bahkan sempat berpamitan kepada relawan Projo untuk memenuhi permintaan Prabowo.
Hal itu disampaikan Hersubeno di tengah sorotan publik terhadap Budi Arie, setelah ia berbicara mengenai kemungkinan Pemilu 2029 digelar lebih cepat di hadapan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
"Pada tanggal 2 November 2025, ketika dia terpilih kembali pada kongres ketiga Projo, terpilih kembali menjadi ketua umum, Budi Arie sempat berpamitan ke para relawan Projo bahwa dia akan pindah akan bergabung ke partai politik," ujarnya dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Jumat (28/8).
Ia menambahkan, partai yang dimaksud adalah Gerindra.
"Dia menyatakan pasti sudah tahu dong partai apa yang dimaksud oleh Budi Arie pada waktu itu Gerindra, dan dia sendiri waktu itu katanya mengklaim diminta oleh Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung ke Gerindra," imbuhnya.
Namun, Hersubeno tidak mengetahui apakah ajakan itu disampaikan secara langsung atau saat penutupan Kongres PSI pada 20 Juli 2025, ketika Prabowo bertanya apakah Budi Arie kader PSI atau Gerindra.
Meski demikian, rencana Budi Arie untuk bergabung ke Gerindra disebut ditolak oleh sejumlah kader di daerah.
"Tapi ternyata keinginan dari Budi Arie untuk bergabung ke Partai Gerindra itu ditolak oleh kader di berbagai daerah, terutama di tingkat kota dan kabupaten, karena dia ini dinilai sebagai hanya mencari suaka politik saja," tandasnya.
Dalam ke-III Projo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025), Bido Arie berpamitan secara terbuka kepada para anggota relawan Projo untuk bergabung dengan Partai Gerindra.
Baca Juga: Isu Percepatan Pemilu Menggema, Sindiran Prabowo ke Budi Arie di Solo Diungkit
"Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Nggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum," kata Budi Arie saat memberi sambutan.
Meskipun wacana kepindahan ini direstui elite pusat, sejumlah pengurus daerah Gerindra (seperti DPC Gerindra Sidoarjo, Gresik, hingga Jakarta Timur) menolak keras rencana tersebut, dengan alasan rekam jejak Budi Arie serta demi menjaga marwah perjuangan kader dari bawah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: