Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Munarman Sebut Ada 'Kekuatan Kelima' di Balik Serangan Bertubi ke Prabowo

        Munarman Sebut Ada 'Kekuatan Kelima' di Balik Serangan Bertubi ke Prabowo Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Advokat publik Munarman mengungkapkan adanya “kekuatan kelima” yang menjadi mesin opini publik sehingga membuat Presiden Prabowo Subianto rentan digempur.

        Menurutnya, kekuatan tersebut merupakan kombinasi antara media, kampanye masif, lembaga survei, dan “kabinet bayangan” yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah.

        "Nah, itu bagian yang saya lihat tadi kekuatan kelimanya kan. Ya, itu tadi media dan kekuatan masyarakat sipil tadi itu melalui media kampanye media yang sangat masif ya dengan peran sebagai goodcop tadi. Kemudian lembaga-lembaga surveinya ya kemudian apa namanya kritik-kritik ada kabinet bayangan sekarang ini kan," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Jumat (28/8).

        Munarman menilai, kondisi ini membuat Prabowo selalu menjadi sasaran serangan opini publik. 

        "Prabowo itu salah sedikit dia pasti akan di gebukin habisan dalam konteks opininya kan dan banyak sekali. Dan itu tidak ada antisipasi menurut saya, tim Prabowo menurut saya tidak sesiap timnya Gibran-Jokowi," imbuhnya.

        Ia menambahkan, Gibran hanyalah aktor panggung, sementara Jokowi tetap bekerja di balik layar.

        "Kalau saya kita sebutnya Gibran Jokowi lah karena Gibran ini cuma ininya aja kan aktor depannya, aktor panggungnya di belakangnya kan dia tetap bekerja seperti itu," tandasnya.

        Sebagai informasi, isu bahwa Prabowo hanya akan menjabat 2–3 tahun lalu digantikan Gibran kembali mencuat. Isu ini pertama kali muncul menjelang hari pemungutan suara Pilpres Februari 2024, dilontarkan pengamat militer dan intelijen Connie Rahakundini Bakri.

        Baca Juga: Budi Arie Klaim Diminta Prabowo Gabung Gerindra, Tapi Ditolak Kader Daerah

        Connie mengklaim dalam pertemuan dengan Rosan Roeslani (saat itu Ketua TKN Prabowo–Gibran), ia ditawari posisi wakil menteri dan diceritakan skenario masa jabatan. Menurut klaimnya, Prabowo hanya akan memimpin 2–3 tahun, lalu digantikan Gibran.

        Namun, Rosan membantah keras tuduhan tersebut dan bahkan melaporkan Connie ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik. Pihak resmi menegaskan pasangan Prabowo–Gibran berkomitmen penuh menjalankan mandat rakyat sesuai konstitusi, yakni selama 5 tahun penuh (2024–2029).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: