Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Viral Skandal Wakil Bupati Sumedang dan Sekpri: Saya Lebih Baik Pilih Kerja daripada Klarifikasi

        Viral Skandal Wakil Bupati Sumedang dan Sekpri: Saya Lebih Baik Pilih Kerja daripada Klarifikasi Kredit Foto: Unsplash/Akshay Paatil
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kabar dugaan penganiayaan hingga pelecehan yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila dan Sekretaris Pribadinya (Sekpri) R. Di tengah ramainya pemberitaan dan pesan berantai mengenai isu tersebut, sang pejabat memilih tidak terus-menerus memberikan klarifikasi.

        Fajar mengatakan dirinya ingin tetap menjalankan tugas sebagai wakil bupati dari wilayahnya daripada menghabiskan waktu untuk menanggapi berbagai informasi yang beredar.

        Baca Juga: PDIP Soal Video Viral Ketum Projo Budi Arie dan Jokowi: Suatu Tindakan Anti-demokrasi

        “Kalau ditanya, saya lebih baik milih kerja daripada terus klarifikasi, klarifikasi,” kata Fajar, dikutip Sabtu (29/8/2026).

        Ia mempertanyakan kredibilitas sumber pemberitaan yang menurutnya tidak jelas dan meminta masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi. Menurut Fajar, kabar tersebut kemudian terus disebarluaskan sehingga membentuk persepsi tersendiri di tengah masyarakat.

        “Ini terus di-blow up, di-blow up,” ujarnya.

        Fajar menilai pemberitaan mengenai dirinya berasal dari media yang menurutnya tidak terverifikasi Dewan Pers. Karena itu, ia meminta publik tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa mengetahui sumber dan fakta di baliknya.

        “Pasti melihat bahwa yang mengeluarkan berita-berita tersebut bukanlah media kredibel, media-media yang tidak jelas, berarti masyarakat seharusnya tahu bahwa mereka tidak punya sumber, bahkan hanya berdasarkan suatu narasi, suatu pemikiran tidak jelas,” katanya.

        Fajar memilih menyerahkan proses pemeriksaan fakta kepada mekanisme yang sedang disiapkan pemerintah daerah.

        Adapun R yang disebut-sebut sebagai korban dalam kabar tersebut telah memberikan bantahan. Ia menyatakan tidak pernah mengalami penganiayaan, penyekapan maupun pelecehan sebagaimana informasi yang beredar.

        “Tidak ada penganiayaan dan penyekapan, apalagi pelecehan,” kata R.

        Baca Juga: Baca Arah Mahkamah Agung, Kubu Dokter Tifa Tidak Yakin Akan Menangkan Sidang Kasus Ijazah Jokowi

        Saat ini, fakta mengenai kabar tersebut masih dalam proses pemeriksaan tim investigasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena itu, berbagai tudingan yang beredar belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: