Soal Potensi Diperiksa Tim Dedi Mulyadi, Wakil Bupati Sumedang: Kita Tak Akan Tutup-tutupi
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyatakan siap diperiksa tim investigasi yang dibentuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hal itu dilakukan untuk mengusut kabar dugaan penganiayaan dan pelecehan terhadap sekretaris pribadinya (sekpri) berinisial R.
Alih-alih keberatan dengan langkah tersebut, ia justru menyambut pemeriksaan tersebut. Menurut Fajar, proses investigasi diperlukan agar persoalan yang telah berkembang menjadi polemik di masyarakat dapat segera diketahui berdasarkan fakta.
Baca Juga: BAP Kasus Ijazah Jokowi Masih Jadi Misteri, Dokter Tifa: Ini Sudah Menjadi Pembohongan Publik
“Saya sambut baik, biar terang-benderang semuanya,” kata Fajar, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Fajar bahkan menegaskan tidak akan menutup-nutupi informasi yang berkaitan dengan perkara tersebut. Ia berharap pemeriksaan oleh tim bentukan gubernur dapat menghentikan berbagai asumsi yang berkembang tanpa dasar yang jelas.
“Ya tidak apa-apa diperiksa, kita juga tidak akan ada yang ditutup-tutupi, biar asumsi liar tidak ke mana-mana,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan kabar yang menyeret Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila dan Sekretaris Pribadinya (Sekpri) R.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini membentuk tim investigasi untuk memeriksa informasi mengenai dugaan penganiayaan hingga pelecehan yang beredar di masyarakat.
Dedi menegaskan pemeriksaan diperlukan agar persoalan tersebut dapat diketahui secara objektif. Ia tidak ingin isu yang berkembang justru dibangun berdasarkan opini maupun asumsi.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Sumedang. Kami ingin peristiwa itu bisa tersaji secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi,” ujar Dedi.
Adapun R yang disebut-sebut sebagai korban dalam kabar tersebut telah memberikan bantahan. Ia menyatakan tidak pernah mengalami penganiayaan, penyekapan maupun pelecehan sebagaimana informasi yang beredar.
Baca Juga: Massa Ojol di Demo 27 Agustus: Hanya karena Rupiah, Kalian Tinggalkan Kami
“Tidak ada penganiayaan dan penyekapan, apalagi pelecehan,” kata R.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: