Pemerintah Siapkan 15.000 SDM untuk Masuk Ekosistem Semikonduktor
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pemerintah memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi transformasi industri, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan industri semikonduktor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan perkembangan AI akan menjadi salah satu faktor yang mengubah berbagai sektor industri. Karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus pemerintah untuk menjaga daya saing ekonomi nasional.
“Dan AI ini adalah salah satu revolusi industri ke depan. Sesudah industri 4.0 dia lari ke AI dan AI aplikasinya sangat luar biasa di berbagai sektor. Jadi ini beberapa game changer yang ada ke depan,” ujar Airlangga dalam acara Penyerahan Sertifikat kepada Dewan Penyantun Pendidikan (DPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jumat (28/8/2026).
Menurut Airlangga, penguatan SDM juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia. Pemerintah bekerja sama dengan Arm Limited, perusahaan yang bergerak di bidang desain semikonduktor, dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Indonesia menjadi mitra Arm dalam tahap ketiga pengembangan ekosistem semikonduktor setelah sebelumnya perusahaan tersebut bekerja sama dengan Korea Selatan dan Malaysia.
“Yang kedua, kita melakukan pendidikan untuk 15 ribu (peserta), mereka yang akan dilatih untuk bisa masuk dalam ekosistem Arm daripada semikonduktor. Nah itu target yang akan dilakukan bersama dengan Arm di dalam ekosistem,” kata Airlangga.
Selain semikonduktor, pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Pada 2026, pemerintah mendorong program pemagangan bagi 120.000 hingga 150.000 fresh graduate untuk bekerja di industri selama enam bulan. Program tersebut didukung pembayaran upah oleh pemerintah dengan anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,14 triliun.
Pemerintah juga menyiapkan program vokasi bagi 220.000 lulusan SMK agar dapat masuk ke dunia industri. Program tersebut memiliki anggaran Rp2,12 triliun.
Sementara itu, program retraining disiapkan bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) agar dapat meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan tenaga kerja di dalam negeri maupun membuka peluang bekerja di luar negeri.
Airlangga mengatakan penguatan SDM merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Ia menyebut perekonomian Indonesia tumbuh 5,45% pada semester I 2026, sementara inflasi berada di level 2,8%.
“Indonesia tumbuh sebetulnya dalam semester satu di 5,45 persen dan itu tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Indonesia juga berhasil me-maintain pertumbuhan di atas 5 persen dalam 13 tahun terakhir, dan kemudian kita berhasil menjaga inflasi juga rendah relatif 2,8 persen. Nah kemudian Bapak Presiden mendorong penguatan SDM,” ujar Airlangga.
Penguatan SDM juga dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Keberadaan UNNES yang berada di sekitar kawasan strategis, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan KEK Batang, dinilai dapat memperkuat keterhubungan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri.
Baca Juga: Airlangga Ungkap Potensi Investasi Data Center Indonesia Capai 1,17 GW
Baca Juga: Indonesia-India Bidik Kerja Sama Semikonduktor hingga Data Center
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan perguruan tinggi perlu memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan perkembangan industri.
“Penguatan SDM harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan dunia industri. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan, tetapi juga perlu memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujar Haryo.
Menurutnya, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi penting untuk menciptakan SDM yang adaptif dan siap menghadapi perubahan akibat transformasi industri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Dwi Aditya Putra