Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Putin, Xi Jinping, dan Presiden Iran Bertemu di KTT SCO, Bahas Tekanan AS

        Putin, Xi Jinping, dan Presiden Iran Bertemu di KTT SCO, Bahas Tekanan AS Kredit Foto: Reuters/Sputnik/Sergei Karpukhin
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan bertemu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Bishkek, Kirgizstan, Senin (31/8/2026). Pertemuan tersebut berlangsung selama dua hari dan dihadiri sekitar 12 kepala negara.

        KTT SCO kali ini digelar untuk memperingati 25 tahun berdirinya organisasi tersebut. Selain Rusia, China, dan Iran, pertemuan juga dihadiri pemimpin India, Pakistan, Belarus, serta sejumlah negara Asia Tengah.

        Pertemuan berlangsung ketika sejumlah anggota SCO menghadapi tekanan dari Amerika Serikat (AS). Rusia masih terlibat perang di Ukraina, Iran menghadapi konflik dengan AS, sementara China dan India bersitegang dengan Washington akibat kebijakan tarif.

        Putin dan Xi selama ini menggunakan forum SCO untuk mendorong gagasan mengenai tatanan dunia multipolar. Keduanya juga kerap menunjukkan sikap bersama dalam menghadapi meningkatnya pengaruh negara-negara Barat.

        Pezeshkian dijadwalkan hadir bersama Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam sesi pleno yang dipimpin Presiden Kirgizstan Sadyr Japarov. Putin juga diperkirakan menggelar pertemuan bilateral dengan Xi dan Pezeshkian.

        Pertemuan Putin dan Pezeshkian menjadi perhatian karena hubungan Rusia dan Iran semakin erat di bidang militer dan ekonomi. Kedua negara sama-sama menghadapi tekanan Barat akibat perang dan kebijakan luar negeri mereka.

        KTT SCO juga berlangsung setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Rusia dan China agar tidak mempersenjatai Iran. Washington sebelumnya juga menjatuhkan sanksi terhadap mitra dagang Teheran di sejumlah sektor.

        SCO awalnya lebih berfokus pada kerja sama ekonomi. Namun, peran organisasi tersebut berkembang seiring meningkatnya pengaruh Rusia dan China di tengah perubahan geopolitik global.

        Baca Juga: Trump Tegaskan Putin Tak Akan Serang NATO, Bantah AS Khawatir Rusia Uji Eropa

        Saat ini SCO memiliki 10 negara anggota dan 15 negara berstatus mitra dialog. Turki, Arab Saudi, dan Qatar termasuk negara mitra dialog, sedangkan Afghanistan dan Mongolia berstatus sebagai negara pengamat.

        SCO mengklaim mewakili sekitar 40 persen populasi dunia dan 25 persen produk domestik bruto (PDB) global. Meski memiliki pengaruh besar, organisasi tersebut tetap menghadapi perbedaan kepentingan di antara negara-negara anggotanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: