Kredit Foto: Istimewa
Pengamat politik Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensat melontarkan kritik pedas terhadap kinerja sejumlah menteri. Melalui akun X pribadinya, ia menyebut ada empat level “menteri gila”.
Hensat menjelaskan, level pertama adalah menteri yang tidak mampu bekerja tetapi tetap mempertahankan jabatannya tanpa ada niat mundur. Level kedua, menteri yang sudah tidak bisa bekerja, enggan mundur, namun justru sibuk mengkritik koleganya.
"Level 3, Menteri Gila, gak bisa kerja, gak mau mundur, masih ngomong jabatan titipan Tuhan dan saya siap dicopot kapan saja," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (30/8).
"Level 4, Menteri Gila, udah tau bukan bidangnya tapi jabatan tetep diterima, setiap hari ngumpet di Goa sambil jilat-jilat foto bosnya," imbuhnya.
Pernyataan Hensat muncul di tengah desakan sejumlah pengamat agar Presiden Prabowo Subianto segera melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Agustus 2026. Dorongan ini menguat seiring menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah serta adanya kekosongan di beberapa pos wakil menteri.
Baca Juga: Feri Amsari Bongkar Kejanggalan: Demo Pati Langsung Disambut DPR
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menegaskan bahwa menteri yang tidak kompeten, minim prestasi, dan sering menimbulkan kegaduhan publik harus segera diganti. Menurutnya, presiden membutuhkan figur yang benar-benar ahli di bidangnya agar target kerja bisa tercapai.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Syukur Mandar memberikan catatan khusus. Ia menyarankan agar reposisi kabinet dilakukan sebelum kepemimpinan Prabowo genap dua tahun pada Oktober 2026. Syukur menekankan perlunya komposisi kabinet yang lebih seimbang, dengan 60 persen berasal dari kalangan profesional dan 40 persen dari partai politik, sehingga program kerja dapat dijalankan lebih efektif dan taktis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: