Kredit Foto: Istimewa
Persaingan merek mobil asal China di pasar otomotif Indonesia semakin ketat. Sejumlah merek mencatat pertumbuhan penjualan signifikan sepanjang Januari-Juli 2026, termasuk Geely yang berhasil menyalip Wuling.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Geely mencatat penjualan wholesales sebanyak 10.389 unit sepanjang Januari-Juli 2026.
Capaian tersebut menempatkan Geely di posisi ke-12 dalam daftar penjualan berdasarkan merek. Geely sekaligus mengungguli Wuling yang membukukan penjualan 9.705 unit atau berada di posisi ke-13.
Dengan demikian, Geely unggul 684 unit atas Wuling.
Performa Geely tersebut juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari-Juli 2025, Geely hanya mencatatkan penjualan 1.081 unit.
Artinya, penjualan Geely melonjak 861,1 persen secara tahunan.
Sementara itu, Wuling relatif stagnan. Penjualan merek tersebut hanya meningkat dari 9.519 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi 9.705 unit pada periode yang sama tahun ini, atau tumbuh sekitar 2 persen.
Chery dan Denza Masih di Bawah Geely
Di bawah Geely dan Wuling, terdapat Chery yang membukukan penjualan wholesales sebanyak 7.101 unit sepanjang Januari-Juli 2026.
Namun, berbeda dengan Geely, penjualan Chery justru mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari-Juli 2025, Chery mencatatkan penjualan sebanyak 11.876 unit.
Dengan demikian, penjualan Chery turun 40,2 persen secara tahunan.
Sementara itu, Denza mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 2.982 unit sepanjang Januari-Juli 2026.
Angka tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari-Juli 2025, penjualan Denza mencapai 6.256 unit.
Artinya, penjualan Denza turun 52,3 persen secara tahunan.
Meski demikian, posisi Chery masih berada di atas Denza. Chery unggul 4.119 unit atas Denza sepanjang tujuh bulan pertama 2026.
Meski berhasil melewati Wuling, Geely masih berada di bawah dua merek China lainnya, yakni BYD dan Jaecoo.
BYD menjadi merek China dengan penjualan wholesales tertinggi sepanjang Januari-Juli 2026. Penjualannya mencapai 29.826 unit, naik 81,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 16.427 unit.
BYD menempati posisi kelima secara nasional dengan pangsa pasar 5,8 persen.
Baca Juga: BYD Siap Resmikan Pabrik di Subang, Produksi Lokal Segera Dimulai
Baca Juga: Chery Q vs Geely EX2, Adu Spesifikasi Dua Mobil Listrik Ringkas Rp200 Jutaan
Sementara itu, Jaecoo berada di posisi kedelapan nasional dengan penjualan 20.534 unit. Angka tersebut meningkat sangat tajam dibandingkan Januari-Juli 2025 yang hanya mencapai 120 unit.
Dengan capaian tersebut, Jaecoo mencatat pertumbuhan penjualan 17.011,7 persen.
Jika diurutkan berdasarkan penjualan wholesales Januari-Juli 2026, sejumlah merek China tersebut berada di posisi sebagai berikut:
-
BYD - 29.826 unit
-
Jaecoo - 20.534 unit
-
Geely - 10.389 unit
-
Wuling - 9.705 unit
-
Chery - 7.101 unit
-
Denza - 2.982 unit
Geely terpaut 10.145 unit dari Jaecoo dan 19.437 unit dari BYD. Namun, jaraknya dengan Wuling justru sudah berbalik. Geely kini unggul 684 unit dari merek yang lebih dahulu hadir di pasar Indonesia tersebut.
Sementara itu, Chery masih terpaut 3.288 unit dari Geely. Adapun Denza berada cukup jauh di bawah Chery dengan selisih 4.119 unit.
Geely Mulai Dekati Hyundai
Pertumbuhan Geely juga membuat posisi merek tersebut mulai mendekati Hyundai.
Hyundai mencatat penjualan wholesales 10.710 unit sepanjang Januari-Juli 2026. Dengan demikian, Geely yang mengoleksi 10.389 unit hanya terpaut 321 unit dari Hyundai.
Di sisi lain, total pasar otomotif nasional sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 517.742 unit secara wholesales, tumbuh 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data tersebut menunjukkan pertumbuhan merek China berlangsung di tengah pasar otomotif nasional yang secara keseluruhan juga mengalami peningkatan.
Perubahan posisi Geely menjadi salah satu gambaran semakin ketatnya persaingan antar-merek China di pasar otomotif Indonesia. Di saat BYD dan Jaecoo mencatat pertumbuhan kuat, Geely berhasil melewati Wuling, sedangkan Chery dan Denza masih menghadapi tekanan penjualan secara tahunan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: