Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Menguat 0,46% ke 6.555 pada Awal September, Pasar Cermati Data Ekonomi

        IHSG Dibuka Menguat 0,46% ke 6.555 pada Awal September, Pasar Cermati Data Ekonomi Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan September 2026 dengan penguatan. Investor mencermati sejumlah katalis dari dalam dan luar negeri, termasuk agenda rilis data ekonomi Indonesia serta perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

        Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 30,13 poin atau 0,46% ke posisi 6.555,61 pada pembukaan perdagangan Selasa (1/9/2026) pukul 09.00 WIB.

        Pada awal sesi, IHSG bergerak dalam kisaran 6.535,80 hingga 6.555,64. Sebanyak 353 saham berada di zona hijau, sedangkan 88 saham terkoreksi dan 522 saham lainnya belum mengalami perubahan.

        Aktivitas transaksi masih relatif terbatas pada awal perdagangan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp398,9 miliar dari volume 648,9 juta saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 55.870 kali.

        Pasar Cermati Data Ekonomi

        Berdasarkan riset harian Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi pada perdagangan Selasa (1/9/2026). 

        Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks akan berada dalam rentang 6.450-6.570 seiring investor mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis.

        Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada data inflasi Agustus 2026 dan neraca perdagangan Juli 2026. Inflasi Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi 3,13% secara tahunan (year on year/YoY), dari 2,88% YoY pada Juli 2026.

        Sementara itu, neraca perdagangan Juli 2026 diperkirakan mencatat defisit sebesar US$0,3 miliar. Investor juga menantikan data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia untuk Agustus 2026 yang diperkirakan naik ke level 50,5 dari 50,2 pada bulan sebelumnya.

        Pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi sentimen global. Wall Street mengakhiri perdagangan Senin (31/8/2026) di zona merah. Phintraco Sekuritas menyebut koreksi tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta kekhawatiran terhadap dampaknya terhadap perekonomian.

        Pelaku pasar global juga menunggu data job openings Amerika Serikat yang diperkirakan mencapai 7,3 juta pada Juli 2026, sedikit turun dari 7,36 juta pada Juni 2026. Data tersebut dijadwalkan dirilis pada Selasa (1/9/2026).

        Baca Juga: IHSG Berpotensi Lebih Bergejolak di September, Level 6.230 Jadi Perhatian

        Baca Juga: Investor Menanti Data Ekonomi, IHSG Diprediksi Konsolidasi di 6.450-6.570

        Baca Juga: IHSG Nyaris Tak Bergerak hingga Sesi 1 Perdagangan, Saham AADI dan BBRI Tahan Tekanan

        Dari China, indeks PMI manufaktur resmi yang dirilis National Bureau of Statistics (NBS) tercatat naik ke level 49,8 pada Agustus 2026. Meski meningkat, level tersebut masih berada di bawah ambang ekspansi 50.

        Di pasar komoditas, harga minyak ditutup menguat lebih dari 2% pada Senin (31/8/2026). Sementara itu, imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun naik 2 basis poin menjadi 4,75%.

        Harga emas spot justru terkoreksi 0,5% ke level US$4.431 per troy ounce.

        Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan awal September.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: