- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Nyaris Tak Bergerak hingga Sesi 1 Perdagangan, Saham AADI dan BBRI Tahan Tekanan
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris tidak mengalami perubahan pada akhir perdagangan sesi I, Senin (31/8/2026). IHSG ditutup melemah tipis 0,01% ke level 6.517.
Pergerakan indeks cenderung terbatas karena penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar mampu menahan tekanan jual di beberapa saham komoditas.
Saham AADI memimpin penguatan dengan kenaikan 4,9%, disusul BBRI yang menguat 1,6%. Kenaikan kedua saham tersebut membantu meredam tekanan dari saham-saham yang berkaitan dengan komoditas emas.
Di sisi lain, saham BRMS terkoreksi 4,0%, sementara EMAS melemah 3,0% dan AMMN turun 2,0%.
Pergerakan IHSG juga berlangsung di tengah tekanan yang melanda pasar saham Asia. Hingga perdagangan siang, sejumlah bursa utama Asia bergerak di zona merah, mencerminkan sentimen pasar regional yang cenderung berhati-hati.
Berdasarkan riset MNC Sekuritas, IHSG diperkirakan masih memiliki ruang untuk bergerak positif pada awal pekan. Namun, investor dinilai perlu mencermati sejumlah sentimen yang berpotensi membatasi penguatan indeks.
Salah satu sentimen utama datang dari rebalancing indeks MSCI yang mulai efektif pada 1 September 2026. Perubahan komposisi indeks tersebut berpotensi memicu penyesuaian portofolio oleh investor, termasuk kemungkinan meningkatnya arus dana keluar dari sejumlah saham.
Dalam perubahan kali ini, MSCI mengeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dari kelompok Global Standard.
Sejumlah saham lainnya juga dikeluarkan dari kategori Small Cap, yaitu ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI.
"Rebalancing MSCI diperkirakan masih menjadi perhatian investor yang disebabkan masa efektif per 1 September 2026, dikhawatirkan akan adanya potensi outflow yang besar," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Potensi outflow tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek, terutama karena investor yang mengacu pada indeks MSCI berpotensi melakukan penyesuaian kepemilikan.
Selain rebalancing MSCI, pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan harga emas dan minyak dunia.
Baca Juga: BEI Himpun Dana Obligasi Rp112 Triliun per Agustus 2026, 14 Emisi Masih Antre
Baca Juga: Investor Asing Borong Saham BBRI dan KOTA, Net Buy Tembus Rp183,56 Miliar
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.505,13, Investor Antisipasi Perubahan Indeks MSCI
MNC Sekuritas memperkirakan kedua komoditas tersebut masih bergerak dalam fase konsolidasi. Kondisi ini terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sebelumnya menjadi salah satu faktor pendorong harga komoditas.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, MNC Sekuritas masih melihat IHSG berpeluang menguat terbatas pada perdagangan awal pekan.
"Secara teknikal, IHSG memiliki level support di 6.506 dan resistance di 6.539. Investor dapat mencermati pergerakan indeks di antara kedua level tersebut untuk melihat arah pasar selanjutnya," ungkap MNC Sekuritas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan