Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO
Pengamat politik Syahganda Nainggolan menilai aparat penegak hukum seharusnya melakukan investigasi terhadap Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.
Investigasi tersebut, menurutnya, perlu diarahkan pada pernyataan Budi Arie soal kemungkinan percepatan Pemilu sebelum 2029, untuk memastikan apakah terdapat unsur makar terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Oh ya kalau itu sih artinya betul dong saran Kang Wawan. Memang harusnya polisi menginvestigasi ya kan ada enggak ke arah makar misalnya gitu, itu enggak apa-apa.
Namanya kan juga itu kan harus diselidikin apakah itu ada agenda besarnya yang bocor ke publik atau tidak," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (1/9).
Syahganda menambahkan, jika memang ada agenda besar, maka harus dilihat apakah safari politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke NTT, Lampung, atau kegiatan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Wakl Presiden Gibran Rakabumng Raka, merupakan bagian dari kerja politik yang mengarah ke makar.
"Itu enggak apa-apa diselidiki kan maksudnya kan. Iya, selidikin aja," tegasnya.
Dalam potongan video yang viral, Budi Arie menyebut insting politiknya mengarah pada percepatan pemilu, yang disambut sorakan “Siap!” dari audiens.
"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ucap Budi Arie yang langsung dijawab seruan "Siap!" dari audiens.
Baca Juga: Budi Arie Ditangkap Karena Makar? Syahganda: Prabowo Lebih Baik Jaga Demokrasi
Budi Arie kemudian membandingkan kondisi sosial‑ekonomi saat ini dengan masa transisi Orde Baru ke Reformasi 1997–1999, ketika pemilu digelar lebih cepat pada 1999.
"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: