Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Dugaan keretakan hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) belakangan ramai menjadi bahan perbincangan.
Di tengah spekulasi soal perubahan arah dukungan politik, PSI menyampaikan klaim bahwa barisan loyalis Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih berada di belakang pemerintahan Prabowo.
Juru Bicara PSI Dian Sandi Utama menepis anggapan bahwa hubungan Prabowo dengan Jokowi dan Gibran yang disebut-sebut merenggang turut memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan.
Menurutnya, hasil survei sejumlah lembaga justru tidak menunjukkan isu tersebut sebagai faktor yang menyebabkan perubahan kepuasan publik.
Baca Juga: Kades Ramai-ramai Datangi Jokowi: Bukan Silaturahmi, Ini untuk Gibran-Kaesang?
Dian mengatakan berbagai lembaga survei telah memotret sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap naik turunnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan saat ini.
"Beberapa lembaga survei memuat sebab-sebab naik turunnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan hari ini," tulisnya di akun X, dikutip Rabu (2/9/2026).
Ia kemudian mengaitkan temuan tersebut dengan isu yang belakangan mencuat mengenai dugaan retaknya hubungan antara Prabowo dan keluarga Jokowi. Dian menegaskan, tidak ada lembaga survei yang menemukan persoalan tersebut sebagai penyebab perubahan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah.
"Namun semua lembaga survei tidak menemukan bahwa itu disebabkan oleh isu retaknya hubungan antara Presiden dengan Pak J atau Mas Gibran," lanjut dia.
Bagi Dian, tidak munculnya isu keretakan tersebut dalam daftar faktor yang memengaruhi kepuasan publik menjadi petunjuk bahwa dukungan politik dari kelompok yang selama ini loyal kepada Jokowi dan Gibran belum bergeser.
"Ini membuktikan bahwa loyalis Pak J dan Mas Gibran masih setia bersama Pak Prabowo," pungkas Dian.
Baca Juga: Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji Memanas, Jokowi Disebut Punya Peran
Pernyataan Dian tersebut juga sejalan dengan sikap yang sebelumnya disampaikan Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus. Ia menyebut Jokowi bahkan telah memberikan instruksi agar dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran terus dikawal hingga periode kedua.
"Bahwa sampai saat ini pun kami dari PSI instruksinya masih jelas bahwa kawal Prabowo-Gibran, bahkan sampai dua periode," kata Bestari usai bertemu Jokowi di Solo, Jawa Tengah.
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Bestari untuk membahas isu yang belakangan ramai di media sosial terkait pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. Menurut Bestari, pernyataan Budi Arie tidak bisa dianggap sebagai gambaran sikap resmi Jokowi.
"Jadi bila mana ada hal yang seperti itu bersebarangan dengan apa yang disampaikan Pak Jokowi kepada kami, kami menganggap bahwa itu ya bisa saja itu kesalahan ngomong atau ngomong tidak pada tempatnya," jelasnya.
Bestari menilai pernyataan yang dianggap berbeda tersebut justru berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Sebab, menurutnya, instruksi yang diterima PSI dari Jokowi masih jelas, yakni mengawal Prabowo-Gibran hingga dua periode.
"Sehingga itu menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, di mana Pak Jokowi perintahkan kita untuk kawal Prabowo-Gibran dua periode. Tapi ada yang nyeletuk-nyeletuk dengan sengaja kemudian menyebarluaskan potongan omongan itu pada publik," tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri