Kredit Foto: SIG
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali menghidupkan Semen Kujang, merek semen yang telah dikenal masyarakat Jawa Barat sejak 1975. Reaktivasi merek tersebut menjadi strategi SIG untuk memperkuat penetrasi pasar bahan bangunan di Jawa Barat dengan mengandalkan kedekatan brand dengan konsumen lokal.
Semen Kujang resmi diluncurkan kembali dalam acara Grand Launching Semen Kujang di Bandung, Jumat (28/8/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran direksi dan komisaris SIG, mitra distributor, serta 387 toko bangunan dari Purwakarta, Karawang, Subang, Sumedang, dan Bandung.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan keputusan menghidupkan kembali Semen Kujang didorong potensi pasar Jawa Barat sekaligus kedekatan historis merek tersebut dengan masyarakat setempat.
“Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan kembali sebuah produk, tetapi menjadi awal dari interaksi dan pengalaman baru bersama pelanggan. Hari ini, kita bersama-sama menyambut kembalinya Semen Kujang,” kata Indrieffouny, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, Semen Kujang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konstruksi sekaligus memperkuat kedekatan SIG dengan pasar Jawa Barat.
“Melalui Semen Kujang, kami ingin semakin dekat dengan para distributor, toko bangunan, kontraktor, pengembang, konsultan, tukang bangunan, serta seluruh masyarakat Jawa Barat. Karena kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari kolaborasi seluruh pelaku industri,” ujarnya.
Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan menegaskan Semen Kujang bukan merek baru. Produk tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Jawa Barat sejak pertama kali diperkenalkan pada 1975.
“Kami ingin mengembalikan merek yang menjadi kebanggaan warga Sunda, sekaligus menghadirkan produk dengan teknologi mutakhir yang lebih kokoh, relevan, dan siap menjawab tantangan masa depan,” ujar Dicky.
Semen Kujang merupakan tipe Portland Composite Cement (PCC) yang memenuhi SNI 7064:2022. Produk ini diproduksi anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, Jawa Barat.
Produk tersebut menggunakan teknologi Active Micro Particle, yakni inovasi butiran mikro yang diklaim dapat mengisi rongga material secara lebih optimal sehingga menghasilkan struktur bangunan yang lebih padat, kuat, dan tahan lama.
Dicky mengatakan Semen Kujang juga mengusung proses produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, dengan karakteristik daya rekat kuat, permukaan lebih halus, serta hasil pengecoran lebih padat.
Dari sisi pasar, respons awal terhadap kembalinya merek tersebut terlihat dari penjualan di tingkat toko bangunan. Pemilik TB Resna Jaya di Sumedang, Adin, mengatakan langsung melakukan pemesanan dalam jumlah besar ketika Semen Kujang kembali ditawarkan tim penjualan SIG pada akhir Juli 2026.
Menurut Adin, penjualan Semen Kujang di tokonya telah mencapai lebih dari 3.800 zak. Atas penjualan tersebut, dia meraih penghargaan Juara 1 Top Spender Semen Kujang.
“Semen Kujang dari dulu sudah saya tahu kualitasnya bagus. Alhamdulillah, senang sekali dan terima kasih banyak kepada SIG, bagus pisan,” ujar Adin.
Baca Juga: SIG Perkuat Pasokan Semen Aceh, Tambahan Kiriman dari Pabrik Indarung
Baca Juga: SIG Genjot Produksi dan Distribusi Semen untuk Penuhi Kebutuhan Aceh
Baca Juga: Semen Kujang Kembali Mengaspal, SIG Siap Perbesar Pangsa Pasar Jawa Barat
Untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat Jawa Barat, SIG juga menggandeng Persib Bandung dalam rangkaian peluncuran kembali Semen Kujang. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Meet & Greet dengan sejumlah pemain Persib Bandung.
SIG juga memberikan apresiasi kepada 22 toko bangunan dengan penjualan produk terbaik di Jawa Barat. Para mitra tersebut mendapat kesempatan mengikuti sesi Meet & Greet bersama pemain Persib Bandung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: