Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Menguat 0,56% ke Level 6.632,83, Didorong oleh 315 Saham

        IHSG Dibuka Menguat 0,56% ke Level 6.632,83, Didorong oleh 315 Saham Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (3/9/2026) di zona hijau, setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis.

        Berdasarkan data BEI, IHSG naik 37,05 poin atau 0,56% ke level 6.632,83. Posisi tersebut meningkat dari penutupan perdagangan Rabu (2/9/2026) di level 6.595,78. Pada awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.638,60 dan level terendah 6.614,71.

        Sebanyak 315 saham tercatat menguat, sementara 135 saham melemah dan 513 saham lainnya bergerak stagnan.

        Adapun nilai transaksi di pasar saham mencapai sekitar Rp623,1 miliar, dengan volume perdagangan sebanyak 1,47 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 98.780 kali.

        Berdasarkan riset harian Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan rentang 6.550-6.650 pada perdagangan Kamis (3/9/2026).

        Sentimen positif tersebut tercermin dari penguatan bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,6%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing menguat sekitar 0,5%. Penguatan terjadi seiring meredanya tekanan pada pasar obligasi serta stabilnya harga minyak.

        Phintraco Sekuritas menilai meredanya aksi jual di pasar surat utang negara pada 2 September turut mengurangi tekanan terhadap pasar saham.

        "Imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun tercatat turun lebih dari 1 basis poin ke level 4,78%," tulis Phintraco Sekuritas.

        Dari pasar tenaga kerja AS, laporan ADP menunjukkan sektor swasta menambah 38 ribu lapangan kerja pada Agustus 2026. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi pasar dan menunjukkan perlambatan aktivitas perekrutan.

        Sementara itu, pesanan baru barang manufaktur AS atau factory orders meningkat 0,9% secara bulanan (month-to-month/MoM) pada Juli, setelah sebelumnya turun 0,2% pada Juni. Kenaikan terutama didorong oleh lonjakan pesanan pesawat sipil.

        Di dalam negeri, pemerintah bersama Komisi XI DPR RI pada 2 September menyepakati asumsi dasar ekonomi makro, sasaran pembangunan, serta indikator pembangunan dalam RAPBN 2027. Kesepakatan tersebut antara lain menetapkan target pertumbuhan ekonomi 6%, inflasi 2,5%, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, dan suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,9%.

        Kesepakatan tersebut menjadi salah satu pijakan pemerintah dalam penyusunan RAPBN 2027. Pemerintah sebelumnya menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027 dengan dukungan akselerasi investasi.

        Baca Juga: IHSG Diprediksi Bergerak 6.550-6.650, Ini Sentimen Penggeraknya

        Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cermati Level 6.666

        Baca Juga: RUPSLB BEI Ditunda, OJK: Hari Jumat Baru Kita Bahas

        "Dari komoditas, harga minyak ditutup menguat sekitar 1% pada perdagangan Rabu. Brent tercatat berada di sekitar US$95,63 per barel. Namun, stabilisasi harga minyak dinilai turut membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan kenaikan yield obligasi," kata Phintraco Sekuritas.

        Sementara itu, harga emas spot menguat 1,1% ke level US$4.373 per troy ounce.

        Dengan mempertimbangkan perkembangan pasar global dan domestik tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG cenderung bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan hari ini, dengan area 6.550-6.650.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: