Asap Karhutla Kalimantan Terbang ke Malaysia, Menhut: Lindungi Rakyat Sekaligus Tetangga
Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mulai berdampak hingga ke wilayah Sarawak, Malaysia. Kondisi tersebut membuat persoalan karhutla Indonesia kembali menjadi perhatian karena polusi udara yang ditimbulkan berpotensi melintasi batas negara.
Jabatan Meteorologi Malaysia (METMalaysia) masih memperingatkan masyarakat di Sarawak untuk mewaspadai kondisi kabut asap. Banyaknya titik panas yang terdeteksi di wilayah Kalimantan bagian barat disebut menjadi salah satu faktor yang membuat kualitas udara di Sarawak masih berpotensi terdampak.
Direktur Jenderal METMalaysia Dr Mohd Hisham Mohd Anip mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi kabut asap. Pemantauan juga dilakukan terhadap berbagai faktor meteorologi yang dapat memengaruhi pergerakan polusi udara dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Berdasarkan model kualitas udara CMAQ, indeks pencemaran udara (IPU) di Sarawak diperkirakan masih berada pada kisaran seperti kondisi saat ini.
"Hal ini disebabkan banyaknya titik panas di Kalimantan bagian barat," kata Mohd Hisham, seperti diberitakan media Malaysia, Harian Metro, Kamis (3/9/2026).
Arah angin turut menjadi faktor yang membawa kabut asap dari wilayah Kalimantan menuju Sarawak. Akibatnya, kualitas udara di sejumlah wilayah di negara bagian tersebut masih berpotensi mengalami dampak dalam beberapa hari ke depan.
Persoalan tersebut mendapat perhatian dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau karhutla di Desa Kuala Dua, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026). Ia menegaskan pemerintah Indonesia memiliki tanggung jawab utama untuk melindungi masyarakat dari dampak asap karhutla.
"Perintah Bapak Presiden jelas ya, kita akan melindungi rakyat kita dari asap ya," kata Raja Juli usai meninjau lokasi karhutla tersebut.
Raja Juli mengatakan pemerintah akan berupaya maksimal menangani karhutla agar asap tidak terus mengganggu masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Indonesia mengatasi persoalan asap juga akan memberikan dampak positif bagi negara-negara tetangga yang berpotensi terkena imbasnya.
"Oleh karenanya, saya kira kita akan juga berjuang mati-matian, mati-matian melindungi rakyat kita dan insyaallah itu juga akan melindungi tetangga kita," ujar dia.
Baca Juga: Sekolah Libur karena Karhutla, Kenapa Siswa Masih Diminta Ambil MBG? Ini Penjelasan BGN
Pernyataan tersebut menunjukkan penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan di dalam negeri. Ketika asap bergerak melewati perbatasan, dampaknya dapat berkembang menjadi persoalan yang turut dirasakan negara lain di kawasan.
Karhutla di Kalimantan sebelumnya memang telah memicu kabut asap yang terbawa hingga Sarawak. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung selama beberapa hari sehingga pemantauan terhadap titik panas, arah angin, dan kualitas udara terus dilakukan.
Bagi pemerintah Indonesia, kondisi ini membuat penanganan sumber kebakaran menjadi semakin penting. Selain mencegah masyarakat sendiri terpapar asap, pengendalian karhutla juga diperlukan agar dampaknya tidak semakin meluas ke wilayah negara tetangga.
Raja Juli menegaskan komitmen pemerintah untuk menangani persoalan tersebut secara serius. Ia memastikan perlindungan terhadap masyarakat dari asap karhutla menjadi bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan.
Dengan kondisi Sarawak yang masih berpotensi terdampak kabut asap, keberhasilan penanganan karhutla di Kalimantan menjadi perhatian bukan hanya bagi Indonesia. Upaya memadamkan kebakaran dan mengendalikan sumber asap kini juga berkaitan dengan upaya menjaga kualitas udara serta hubungan baik dengan negara-negara tetangga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: