Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menu Ayam Bakar Berlendir Semangka Kecut: MBG Rembang Jadi Bencana

        Menu Ayam Bakar Berlendir Semangka Kecut: MBG Rembang Jadi Bencana Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah dugaan keracunan massal terjadi di SMAN 1 Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).

        Jumlah korban di sekolah ini bahkan lebih besar dibanding kasus sebelumnya di Sidoarjo, Jawa Timur. Tercatat 725 siswa mengalami gejala keracunan, ditambah 25 guru yang turut terdampak.

        Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, menyebutkan total siswa di sekolahnya mencapai 1.174 orang dengan 95 guru. Akibat banyaknya yang sakit, pihak sekolah memutuskan memulangkan seluruh siswa lebih awal dan meliburkan kegiatan belajar.

        Gejala awal berupa sakit perut muncul saat jam pelajaran dimulai. Sekitar pukul 09.00 WIB, keluhan mual dan diare meluas hingga ratusan orang. 

        "Akhirnya saya menyuruh agar tiap kelas didata yang mengalami diare itu. Setelah didata ada 20-31 orang dalam satu kelas. Sampai 33 kelas itu total 725 anak yang diare dan guru ada 25 orang. Kalau total jumlah murid itu ada 1.174, guru 95 orang," ujarnya, dikutip Jumat (4/9)..

        Besarnya jumlah korban membuat toilet sekolah penuh sesak. Bahkan, Juhartutik sampai membuka toilet pribadinya untuk dipakai para siswa. 

        "Antrean di WC sangat sesak karena dua WC kami direnovasi. Karena keterbatasan WC ini sehingga akhirnya saya mohon izin ke Cabang Dinas untuk memulangkan anak," ungkapnya.

        Keracunan diduga berasal dari menu MBG yang disajikan sehari sebelumnya, yakni ayam bakar, nasi putih, mendoan, dan semangka. Menurut Juhartutik, ada bahan makanan yang terasa berlendir ketika dicicipi tim.

        "Saya klarifikasi ke SPPG itu masaknya jam 3 pagi dini hari, sementara anak-anak itu konsumsinya jam 12," jelasnya.

        Beberapa siswa juga mengaku semangka yang dibagikan sudah tidak segar.

        Baca Juga: Ratusan Siswa Keracunan MBG, P2G: Maaf Nak, Kalian Cuma Angka

        "Anak-anak ada yang bilang, buah semangkanya terasa kecut. Semangkanya itu dikasih kemasan plastik," tandasnya.

        Sebagai perbandingan, korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo kini tercatat mencapai 668 orang, mayoritas santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta siswa dari sejumlah sekolah lain.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: