Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        256 Siswa SMP di Jombanf Diduga Keracunan MBG, 7 Dirawat Intensif

        256 Siswa SMP di Jombanf Diduga Keracunan MBG, 7 Dirawat Intensif Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sebanyak 256 siswa SMPN 1 Kabuh, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, mengalami gejala keracunan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9). Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan seperti diare, mual, muntah, dan pusing setelah menyantap hidangan tersebut.

        Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang dr Hexawan Tjahja Widada mengatakan para siswa mengonsumsi makanan MBG sekitar pukul 11.30 WIB. Menjelang sore, sejumlah siswa mulai mengalami gejala gangguan kesehatan yang kemudian dilaporkan kepada pihak sekolah.

        Keluhan tersebut awalnya dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa oleh warga sekitar. Namun, setelah pihak sekolah melakukan pendataan, jumlah siswa yang mengalami gejala ternyata cukup signifikan.

        "Jadi kejadiannya mulai dari kemarin, Rabu (2/9). Awalnya orang menganggap diare biasa, tetapi setelah datanya dikumpulkan ternyata jumlahnya banyak," kata Hexawan, Jumat (4/9).

        Hexawan menyebut berdasarkan data sementara sedikitnya 256 siswa telah mengalami gejala yang diduga keracunan. Jumlah tersebut masih dapat bertambah karena petugas masih memantau kemungkinan adanya siswa lain yang melaporkan keluhan atau memeriksakan diri.

        "256 ini. Ya kan masih bergerak terus, nanti apakah ada yang masuk lagi di Puskesmas atau tidak," ucapnya. Dari ratusan siswa tersebut, tujuh orang harus menjalani perawatan di Puskesmas karena mengalami kondisi tubuh yang lemas.

        "Yang tujuh ini kondisinya lemas. Sebetulnya kondisinya sudah bagus, paling rehidrasi saja. Mungkin besok sudah pulang," ujar Hexawan. Selain tujuh siswa yang menjalani rawat inap, sekitar 74 siswa lainnya masih menjalani pemantauan rawat jalan di Puskesmas maupun sejumlah klinik swasta.

        Fasilitas kesehatan yang menangani siswa antara lain Klinik Mitra Plus dan Klinik As-Syifa. Sementara mayoritas siswa lainnya menjalani pengobatan secara mandiri atau mendapatkan penanganan rawat jalan di fasilitas kesehatan sekitar.

        Baca Juga: Said Didu: 50 Ribu Korban MBG Diracun, Tapi Tak Ada yang Dipidana

        Dinkes Jombang tidak menutup kemungkinan jumlah laporan akan bertambah. Hal itu mengingat masih ada siswa yang mungkin baru merasakan gejala atau baru memutuskan memeriksakan kondisi mereka ke fasilitas kesehatan.

        Setelah memastikan para siswa mendapatkan penanganan medis, petugas kesehatan mulai melakukan investigasi lapangan. Penelusuran dilakukan untuk mencari sumber pasti dugaan keracunan, termasuk dari proses pengolahan, distribusi, hingga kualitas bahan makanan MBG.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: