Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat (3/9/2026). IHSG melemah 31,41 poin atau 0,47% ke level 6.636,47.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG sepanjang perdagangan berlangsung fluktuatif. Indeks sempat menguat pada sesi awal sebelum akhirnya berbalik melemah hingga penutupan.
Aktivitas perdagangan saham tercatat cukup tinggi dengan nilai transaksi sekitar Rp15,04 triliun. Total volume perdagangan mencapai 35,80 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,05 juta kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 256 saham menguat, 363 saham melemah, sementara 172 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Berdasarkan riset harian Phintraco Sekuritas, IHSG diproyeksikan menguji area 6.705–6.760 di sepanjang hari in, Jumat (4/9/2026). Proyeksi tersebut muncul di tengah pergerakan pasar saham global yang masih dibayangi sentimen beragam.
Pada perdagangan Kamis (3/9/2026), indeks utama Wall Street ditutup menguat cukup signifikan, didukung penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) serta penguatan saham-saham sektor perangkat lunak.
Dari sisi kebijakan moneter, Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan cenderung mempertahankan suku bunga di level saat ini. Investor juga mencermati rilis data nonfarm payrolls (NFP) AS pada Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: RUPSLB BEI Ditunda, OJK: Hari Jumat Baru Kita Bahas
Baca Juga: BEI Minta Penjelasan Saham ARTO Bergejolak, Ini Jawaban Bank Jago
Baca Juga: BEI Soroti 3 Saham Ini, Ada yang Turun 15%
"Konsensus memperkirakan penambahan tenaga kerja sebanyak 58.000 pada Agustus 2026, dengan tingkat pengangguran diproyeksikan tetap di 4,1%," tulis riset phintraco Sekuritas.
Sentimen pasar berikutnya datang dari agenda OPEC+ yang akan menggelar pertemuan pada Minggu (6/9/2026) untuk membahas tingkat produksi minyak pada Oktober. Sebelumnya, harga minyak ditutup relatif stabil di atas US$90 per barel pada Kamis (3/9/2026).
Sementara itu, U.S. 10-year Treasury yield turun lebih dari 2 basis poin ke level 4,772%. Harga emas spot juga menguat 1,2% menjadi US$4.437 per troy ounce.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: