- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
CBRE Hadapi Gugatan Perusahaan Singapura Navios Control Service, Ini Penjelasannya
Kredit Foto: CBRE
PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menerima panggilan sidang dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait gugatan wanprestasi yang diajukan perusahaan Singapura, Navios Control Service Pte Ltd.
Gugatan bernomor 615/Pdt.G/2026/PN Jkt.Pst tersebut berkaitan dengan tagihan pemeliharaan kapal yang sebelumnya dikelola pihak ketiga sebagai penyedia jasa ship management. Perkara didaftarkan pada 28 Agustus 2026, dengan sidang perdana dijadwalkan Kamis, 10 September 2026.
Direktur dan Corporate Secretary Cakra Buana, Amanda Octania menyatakan telah melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas tagihan perusahaan asal Singapura tersebut serta melunasi seluruh outstanding secara langsung kepada vendor.
Perseroan juga masih berkomunikasi dan bernegosiasi dengan kuasa hukum Navios Services untuk mengupayakan penyelesaian melalui musyawarah, termasuk mediasi dan pencabutan gugatan.
"Perseroan telah melakukan pelunasan atas seluruh utang pokok atau outstanding yang ditagihkan kepada perseroan," tegas dia dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).
Dia menilai gugatan tersebut tidak mengganggu operasional dan tidak lagi menimbulkan kewajiban pembayaran outstanding kepada vendor terkait perkara tersebut. Untuk itu, CBRE tidak memperkirakan adanya dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha.
Baca Juga: 23 Emiten Kena Sanksi OJK, Ada Grup Bakrie, SGRO, CBRE, ROTI hingga PSAB
Baca Juga: ADCP Lolos dari Gugatan PKPU PT Burda Contraco, Begini Detail Perkaranya
CBRE Siapkan Right Issue
Di sisi lain, CBRE tengah menyiapkan right issue senilai Rp1,27 triliun dengan menerbitkan maksimal 11,79 miliar saham baru berharga nominal Rp25 dan harga pelaksanaan Rp108 per saham. Jumlah tersebut setara 72,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi.
Penawaran dilakukan dengan rasio 100:260. Setiap pemegang 100 saham lama yang tercatat pada 4 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 260 HMETD, dengan setiap satu HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham baru seharga Rp108. Harga tersebut memberikan diskon sekitar 84,78% dari harga penutupan CBRE pada 1 September 2026 sebesar Rp710.
Dana rights issue akan digunakan untuk mengonversi utang kepada Garuda Nusantara Mineral (GNM), Saga Investama Sedaya (SIS), Yafin Tandiono Tan (Yafin), dan Hilong Shipping Holding Limited (HSIL) senilai Rp858,59 miliar atau US$48,5 juta dengan kurs Rp17.703 per dolar AS. Setelah dikurangi biaya dan kebutuhan konversi utang, dana bersih akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung kelangsungan dan pengembangan usaha.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: