- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
SSIA Bidik Pertumbuhan Pendapatan 60%, Subang Smartpolitan Jadi Penopang
Kredit Foto: Surya Internusa
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) masih melihat peluang pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026. Perseroan menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh sekitar 60 persen secara tahunan, dengan penjualan dan pengakuan pendapatan lahan di kawasan industri Subang Smartpolitan menjadi salah satu penopang utama.
Selain bisnis kawasan industri, SSIA juga mengandalkan pemulihan segmen perhotelan yang mulai menunjukkan kinerja positif.
Optimisme tersebut disampaikan manajemen SSIA dalam Public Expose secara Live yang digelar dalam rangka HUT ke-49 Bursa Efek Indonesia (BEI), 3 September 2026.
Presiden Direktur SSIA Johannes Suriadjaja mengatakan, minat investor terhadap Subang Smartpolitan masih menunjukkan perkembangan positif meski kondisi ekonomi dan geopolitik global menghadirkan sejumlah tantangan.
"Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, kami bersyukur SSIA masih mendapatkan kepercayaan dari investor global sebagai salah satu tujuan investasi mereka," kata Johannes.
Menurut dia, SSIA terus menyiapkan infrastruktur di kawasan tersebut agar Subang Smartpolitan tidak hanya menjadi lokasi industri manufaktur. Kawasan itu juga diarahkan untuk berkembang menjadi pusat industri bernilai tambah tinggi, inovasi, serta penelitian dan pengembangan di Indonesia.
Di sektor perhotelan, SSIA mencatat perkembangan positif dari sejumlah propertinya.
Paradisus by MeliĆ” Bali telah kembali beroperasi penuh sejak Februari 2026. Sejalan dengan peningkatan kinerja operasional, perseroan menargetkan bisnis all-inclusive dapat menyumbang sekitar 50 persen dari total inventori kamar yang tersedia hingga akhir tahun.
Sementara itu, UMANA Bali, LXR Hotels & Resorts juga mencatat peningkatan kinerja, baik dari tingkat hunian maupun rata-rata tarif kamar.
Perkembangan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap pemulihan bisnis perhotelan SSIA secara keseluruhan. Salah satu indikatornya terlihat dari EBITDA segmen perhotelan yang sudah positif pada Semester I 2026, berbalik dari posisi negatif pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: BEI Pantau Ketat Saham Emiten Milik Happy Hapsoro (UANG)
Baca Juga: BEI Gembok 2 Saham Ini, Ada yang Cetak ARA hingga 8 Kali
Baca Juga: BEI Minta Penjelasan Saham ARTO Bergejolak, Ini Jawaban Bank Jago
Kinerja Semester I-2026
Optimisme SSIA mengejar pertumbuhan hingga akhir tahun juga ditopang kinerja keuangan pada paruh pertama 2026.
Perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar Rp3.353 miliar pada Semester I 2026. Angka tersebut meningkat 58,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan terutama berasal dari pengakuan penjualan yang signifikan pada segmen properti.
Pada periode yang sama, laba bruto SSIA mencapai Rp1.086 miliar. EBITDA tercatat Rp692,5 miliar dengan margin EBITDA meningkat menjadi 20,7 persen.
SSIA juga membukukan laba bersih sebesar Rp262,6 miliar.
Dengan capaian tersebut, segmen properti masih menjadi sumber utama pertumbuhan perseroan. Kinerja konstruksi yang tetap solid dan pemulihan bisnis hotel turut menopang kinerja konsolidasian.
Konstruksi Tetap digenjot
Dari bisnis konstruksi, SSIA melalui anak usahanya, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), juga masih optimistis memenuhi target pendapatan dan kontrak baru sepanjang 2026.
Persaingan yang semakin ketat serta tingginya harga material utama menjadi tantangan bagi bisnis konstruksi. Karena itu, NRCA menjalankan sejumlah langkah efisiensi operasional.
Salah satunya melalui strategi pengadaan material yang lebih terencana dan optimal. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga margin sekaligus profitabilitas proyek.
Dengan kontribusi dari Subang Smartpolitan, pemulihan bisnis perhotelan, serta kinerja konstruksi, SSIA optimistis dapat menjaga pertumbuhan hingga akhir tahun.
"Dengan dukungan pertumbuhan Subang Smartpolitan, pemulihan bisnis perhotelan, serta kinerja konstruksi yang tetap solid, SSIA optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan untuk 2026," ujar Johannes.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: