Bencana di Mana-Mana Tapi Terbang ke Rusia, Bakom RI Balas Kritik Feri Amsari
Kredit Foto: Ist
Badan Komunikasi Pemerintah memberikan penjelasan resmi terkait agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia beberapa waktu lalu.
Lawatan luar negeri tersebut sempat menuai sorotan di tengah berbagai bencana domestik yang tengah dihadapi Indonesia.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa Presiden Prabowo sangat memahami berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat, mulai dari fluktuasi harga bahan pokok, penciptaan lapangan kerja, hingga penanganan bencana alam.
Sebelum memutuskan bertolak ke luar negeri, Qodari memastikan bahwa Kepala Negara telah terlebih dahulu memastikan seluruh mekanisme penanganan krisis di dalam negeri berjalan optimal.
"Karena itu sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri, Presiden Prabowo selalu memastikan lebih dulu bahwa semua persoalan di dalam negeri sudah ditangani dengan baik," ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Sebagai contoh nyata, Qodari menyebutkan bagaimana Presiden secara langsung memantau penanganan bencana serta mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera sebelum meninggalkan Tanah Air.
"Pemerintah memahami bahwa publik kerap bertanya, apa manfaat langsung dari kunjungan luar negeri Presiden ke Rusia beberapa hari lalu?" imbuhnya. Ia menilai kritik tersebut wajar mengingat lawatan tersebut berbarengan dengan ujian bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta darurat karhutla di sejumlah daerah.
Sebelumnya Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas (Unand), Feri Amsari menyoroti sejumlah persoalan krusial yang dinilainya belum tuntas, mulai dari kasus keracunan massal ratusan santri akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan bencana di berbagai daerah, hingga respons aparat terhadap aksi unjuk rasa mahasiswa.
"Anak-anak keracunan karena MBG. Kau bilang bagus dan lanjutkan. Bencana di Aceh, NTT, dan Kalimantan belum tuntas. Kau bilang sudah maksimal dan baik. Lalu kau keluar negeri?" kritik Feri tajam.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa diplomasi internasional dan penanganan masalah domestik berjalan secara paralel dengan instruksi siaga penuh kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga terkait di lapangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: