Prabowo Rela Gelontorkan Rp305 Juta untuk Burung Merpati, Sementara Anggaran Bencana Tak Ditemukan
Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Pengadaan burung merpati senilai Rp305,25 juta untuk rangkaian peringatan hari kemerdekaan menuai sorotan. Perhatian publik juga semakin menguat setelah idak adanya satu pun paket pengadaan untuk penanganan bencana tahun anggaran 2026 di Kementerian Sekretariat Negara maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Deputi Badan Komunikasi RI Fahd Pahdepie mengatakan pengadaan merpati sendiri harus dilihat berdasarkan skala kegiatan yang diselenggarakan pemerintah, bukan dengan ukuran pengeluaran pribadi.
Baca Juga: Pengakuan Dedi Mulyadi Soal Ikut Geng Singapura, Solo, Bandung: Sangat Menekuni, Bahkan Merintis SSB
"Kita harus lihat skalanya, nasional. Misalnya, kita bisa nggak membandingkan sebuah program atau kegiatan skala nasional dengan ukuran pribadi atau dengan ukuran yang lebih kecil? Tidak bisa juga," kata Fahd, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Fahd menekankan bahwa peringatan hari kemerdekaan memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan sebuah kegiatan seremonial biasa.
Menurutnya, perayaan kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan kebanggaan masyarakat Indonesia, tetapi juga menjadi momentum yang memiliki dimensi internasional.
"Misalnya kalau kita berbicara soal perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Dia bukan hanya punya dimensi nasional sebagai kebanggaan nasional, tetapi juga punya dimensi internasional," tuturnya.
Karena itu, menurutnya, berbagai kegiatan dalam rangkaian peringatan kemerdekaan perlu dilihat sebagai bagian dari upaya menunjukkan identitas Indonesia di hadapan dunia.
"Untuk menyampaikan pesan kepada dunia internasional, misalnya Indonesia negara yang berdaulat dan negara yang punya pride untuk merayakan sesuatu. Kira-kira di sisi itu kita tidak bisa menilai itu apakah ini efisien atau tidak efisien," ungkapnya.
Argumentasi tersebut menempatkan pengadaan merpati sebagai bagian dari kebutuhan kegiatan berskala nasional, bukan sekadar pembelian barang untuk kepentingan biasa.
Sebelumnya Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap adanya paket pengadaan burung merpati untuk rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta. Nilai pengadaan tersebut mencapai sekitar Rp305 juta dan dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara. Paket itu disebut dimenangkan oleh Indoglobal Multi Karya.
Kepala Divisi Hukum dan Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Ramsyah mempertanyakan urgensi penggunaan anggaran tersebut.
Sorotannya tidak berhenti pada nilai pengadaan merpati. Lembaga tersebut juga membandingkannya dengan pencarian data mengenai pengadaan untuk kebutuhan penanganan bencana pada tahun anggaran 2026.
Wana mengatakan pihaknya telah menelusuri realisasi pengadaan penanganan bencana di Kementerian Sekretariat Negara dan BNPB. Namun, menurut hasil penelusuran, tidak ditemukan paket pengadaan sebagaimana yang dicari.
Baca Juga: Alur Jualan Kursi Maba Rektor Unsoed Terbongkar: Dikoordinasikan Guru, Fee Tembus Rp500 Juta
"Hasilnya tidak ditemukan satu pun paket pengadaan," kata Wana.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar