Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Susul Soekarno-Hatta, Bandara Radin Inten II Kembali Dibuka Hari Ini

        Susul Soekarno-Hatta, Bandara Radin Inten II Kembali Dibuka Hari Ini Kredit Foto: Kemenhub
        Warta Ekonomi, Tangerang -

        Bandara Radin Inten II dan empat bandar udara lainnya dibuka untuk beroperasi kembali setelah sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Menyusul telah dibukanya beberapa bandara lain seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, serta Husein Sastranegara.

        Pembukaan kembali Bandara Radin Inten II kembali berdasarkan NOTAM B1159/26 yang berlaku mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB pada 8 September 2026. Dalam NOTAM tersebut dinyatakan “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.

        Berikut daftar 5 bandar udara yang kembali beroperasi berdasarkan pembaruan NOTAM,:

        • Bandar Udara Radin Inten II (WILL) — NOTAM B1159/26, berlaku mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.
        • Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP) — NOTAM C1136/26, berlaku mulai pukul 09.31 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.
        • Bandar Udara Budiarto (WIRR) — NOTAM C1131/26, berlaku mulai pukul 03.01 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.
        • Bandar Udara Pondok Cabe (WIHP) — NOTAM C1133/26, berlaku mulai pukul 03.04 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.
        • Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) — NOTAM C1138/26, berlaku mulai pukul 09.50 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.

        EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan, penerbitan NOTAM tersebut mengacu pada perubahan kondisi sebaran abu yang berdampak terhadap operasional penerbangan. Sehingga berdasarkan evaluasi keselamatan dan informasi aeronautika terbaru, sejumlah bandar udara dapat kembali beroperasi. 

        "Meski telah kembali beroperasi, kelima bandar udara tersebut tetap berada dalam pemantauan karena awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan. Pilot juga diingatkan untuk tetap berhati-hati selama proses kedatangan dan keberangkatan," ujarnya, Selasa (8/9/2026).

        Baca Juga: Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Dedi Mulyadi Pastikan Penumpang di Kertajati Dapat Layanan

        Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta hingga Halim Perdanakusuma Kembali Layani Penerbangan

        Baca Juga: Rombak Manajemen, Krakatau Steel Angkat Willgo Zainar jadi Dirut Baru

        Selain itu, dia menambahkan. perkembangan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari pemantauan. "Antara lain dengan memerhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala di lokasi bandara-bandara terdampak, yang menunjukkan hasil negatif," paparnya.

        AirNav Indonesia disebutnya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. 

        "Pemantauan dan pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan," pungkas Hermana.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: