Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Pastikan Dana Penanggulangan Bencana Aman, Masih Ada Rp900 Miliar Siap Pakai

        Purbaya Pastikan Dana Penanggulangan Bencana Aman, Masih Ada Rp900 Miliar Siap Pakai Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan anggaran untuk penanggulangan bencana tidak perlu dikhawatirkan. Ia mengungkapkan masih memiliki dana cadangan yang dapat digunakan apabila terjadi bencana dan membutuhkan penanganan segera.

        “Kata dirjen saya dia masih punya Rp900 miliar siap pakai, itu pun belum habis,” kata Purbaya dalam wawancara, Selasa (8/9/2026).

        Ia menjelaskan, pemerintah setiap tahun menyiapkan dana cadangan bencana sekitar Rp5 triliun. Sebagian dari dana tersebut telah digunakan untuk menangani berbagai bencana yang terjadi.

        Menurut Purbaya, apabila dana yang tersedia nantinya tidak mencukupi, BNPB dapat mengajukan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan. Pemerintah akan menyesuaikan dukungan anggaran dengan kebutuhan penanganan di lapangan.

        “Nanti kalau itu kurang ya dia ajuin lagi ke saya, saya tambah,” ujarnya.

        Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan keterbatasan anggaran menghambat penanganan bencana.

        “Untuk anggaran untuk bencana gak usah khawatir, kita akan siapkan anggaran seperti yang dibutuhkan,” tegasnya.

        Meski demikian, Purbaya mengatakan hingga saat ini BNPB belum mengajukan permintaan tambahan anggaran kepadanya. Oleh karena itu, belum ada angka pasti mengenai tambahan dana yang mungkin diperlukan.

        “Saya belum terima permintaan dari BNPB sampai sekarang. Jadi saya gak tahu tambah berapa, dia belum minta,” katanya.

        Treatment Berbeda-beda, Dana Siap Ditambahkan

        Menurut Purbaya, kebutuhan anggaran penanganan bencana akan disesuaikan dengan kondisi dan dampak bencana yang terjadi. Pemerintah tidak menerapkan besaran dukungan yang sama untuk setiap bencana.

        “Untuk bencana treatment-nya beda,” ujarnya.

        Ia menjelaskan, bencana dengan dampak yang lebih besar terhadap aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat membutuhkan penanganan dan anggaran yang berbeda dibandingkan bencana dengan dampak lebih terbatas.

        Karena itu, pemerintah akan memprioritaskan dukungan anggaran untuk bencana yang berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat dalam bertahan hidup.

        Baca Juga: Istana Curiga Bencana Alam hingga Karhutla Didalangi Asing, Prabowo Pangkas Besar Anggaran BNPB 2026

        Baca Juga: BNPB Buka Suara soal Putusan MK: Jumlah Korban Jadi Indikator Utama Status Bencana

        “Nanti kalau bencana treatment-nya beda, akan kita utamakan karena menyangkut kemampuan hidup masyarakat dalam bertahan menghadapi bencana itu. Jadi kalau dinaikkan, kita naikkan,” jelasnya.

        Ia mencontohkan kasus bencana yang terjadi di Aceh, “Kalo di Aceh kan parah tu, itu kita gelontorkanya besar karena hampir semuanya lumpuh dan dampaknya luas,” ungkapnya.

        Purbaya mengatakan pemerintah akan terus memantau kebutuhan penanganan bencana dan menyiapkan dukungan anggaran sesuai kondisi yang terjadi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aryo Hadi Wibowo
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: