Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencatat produksi minyak dan gas sebesar 170.100 barel setara minyak per hari (BOEPD) pada semester I/2026, naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi, Amri Siahaan, mengatakan produksi tersebut terdiri atas sekitar 72% gas dan 28% liquids. Capaian itu sekaligus berada sedikit di atas batas atas panduan produksi perseroan untuk 2026 yang ditetapkan sebesar 165.000-170.000 BOEPD.
“Pada semester pertama 2026, produksi minyak dan gas mencapai 170.100 barel ekuivalen minyak per hari dengan komposisi 72% gas dan 28% liquids,” kata Amri dalam Paparan Publik 2026 PT Medco Energi Internasional Tbk, Rabu (9/9/2026).
Meski realisasi produksi semester I telah mencapai 170.100 BOEPD, MedcoEnergi masih mempertahankan panduan produksi tahun ini pada kisaran 165.000-170.000 BOEPD. Manajemen menilai guidance tersebut merupakan target rata-rata produksi selama satu tahun penuh.
“Saat ini kami masih mempertahankan guidance tersebut. Yang kita perlu ingat bahwa guidance kami itu dari 165 sampai 170.000 barel oil equivalent per day untuk produksi. Ini merupakan target rata-rata untuk setahun penuh,” ujar Amri.
Menurut dia, kinerja produksi pada paruh pertama tahun tidak serta-merta menjadi dasar untuk menaikkan target setahun penuh. Perseroan tetap memperhitungkan kebutuhan pemeliharaan fasilitas, penurunan alamiah produksi lapangan, kegiatan pengeboran, serta berbagai faktor operasional pada semester II.
“Sehingga kami juga mempertimbangkan jadwal pemeliharaan atau maintenance, profil alami produksi lapangan, ya kalau ekstraksi itu kan memang pada dasarnya dia akan agak decline untuk masing-masing lapangan sehingga kami harus terus melakukan pekerjaan-pekerjaan maintenance, pekerjaan-pekerjaan drilling dan sebagainya,” kata Amri.
Dengan demikian, MedcoEnergi masih akan mengevaluasi perkembangan produksi hingga akhir tahun sebelum menentukan apakah terdapat perubahan material terhadap panduan produksi 2026.
Untuk menjaga kesinambungan produksi, perseroan juga melanjutkan sejumlah proyek pengembangan migas. Dalam materi perusahaan, proyek yang menjadi bagian dari agenda pengembangan antara lain Suban, Sambar, Bualuang, dan Sakakemang.
Di sisi lain, proyek Senoro Fase 2A telah memasuki tahap operasi penuh pada 2026. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya MedcoEnergi mempertahankan produksi gas dari wilayah kerja yang telah beroperasi.
Baca Juga: MedcoEnergi Tahan Saham AMMN, Prospek Emas dan Tembaga Masih Menjanjikan
Baca Juga: ISSP Andalkan Unit 7 Gresik untuk Garap Proyek Migas, Optimistis Semester II 2026 Lebih Kuat
MedcoEnergi juga menargetkan Sakakemang mulai menghasilkan gas pada kuartal III/2027. Proyek tersebut menjadi salah satu proyek pengembangan yang diharapkan menopang produksi perseroan dalam beberapa tahun ke depan.
Dari sisi cadangan, MedcoEnergi mencatat cadangan terbukti dan terduga (2P) sebesar 551 juta barel setara minyak (MMBOE) per 31 Maret 2026. Perseroan juga memiliki cadangan terbukti (1P) sebesar 372 MMBOE dan sumber daya kontingensi (2C) sebesar 1.154 MMBOE.
Posisi cadangan tersebut memberikan umur cadangan 2P sekitar 11,4 tahun. MedcoEnergi juga mencatat rata-rata reserve replacement ratio (RRR) lima tahun sebesar 206%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: