Kredit Foto: Istimewa
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPP PKS Mardani Ali Sera merespons pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyinggung soal kekuasaan bersifat sementara. Pernyataan itu sebelumnya ditafsirkan Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia sebagai sinyal AHY siap menjadi kontender Pilpres 2029.
Mardani menilai AHY merupakan sosok yang layak menjadi tokoh nasional. Ia juga tidak mempersoalkan jika AHY memang berniat maju dalam Pilpres 2029 karena hal tersebut merupakan haknya sebagai warga negara.
Namun, Mardani mengingatkan bahwa tidak mudah bagi siapa pun untuk melawan Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. Ia menilai posisi Prabowo saat ini sebagai presiden menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhitungkan.
Isu AHY menuju Pilpres 2029 mencuat setelah Doli Kurnia menyoroti pidato AHY dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Dalam pidato tersebut, AHY menyinggung bahwa kekuasaan tidak bersifat permanen dan memiliki batas waktu.
Doli kemudian menilai pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai sinyal politik AHY untuk menghadapi kontestasi pemilu mendatang. Tafsir itu pun memunculkan pembahasan mengenai kemungkinan AHY masuk dalam bursa calon presiden 2029.
Baca Juga: Chusnul: Dengan AHY, Prabowo Dapat Demokrat; Dengan Gibran, Cuma PSI
Meski demikian, Partai Demokrat sebelumnya membantah tafsir bahwa pidato AHY merupakan sinyal untuk maju dalam Pilpres 2029. Demokrat menyebut pidato tersebut tidak membahas Pilpres 2029 dan lebih menekankan agenda politik serta komitmen partai dalam pemerintahan.
Mardani sendiri tidak menutup peluang AHY untuk ikut dalam kontestasi tersebut. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa menghadapi Prabowo yang saat ini memiliki posisi sebagai presiden bukan perkara mudah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy