Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rendang Gadih Pamerkan 20 Varian Rendang di China, Siap Perluas Pasar Ekspor

        Rendang Gadih Pamerkan 20 Varian Rendang di China, Siap Perluas Pasar Ekspor Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Brand rendang dan makanan olahan khas Minangkabau asal Payakumbuh, Sumatera Barat, Rendang Gadih, mulai memperluas jangkauan pasar internasional dengan mengikuti The 21st China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou, Tiongkok.

        Pameran yang berlangsung pada 3–6 September 2026 tersebut menjadi momentum bagi Rendang Gadih untuk memperkenalkan produk kuliner Minangkabau kepada buyer, distributor, dan calon mitra bisnis dari pasar internasional.

        Pada CISMEF 2026, Indonesia hadir sebagai Co-Host Country. Kehadiran Rendang Gadih menjadi bagian dari upaya membawa produk pangan khas daerah ke panggung perdagangan internasional.

        Direktur Rendang Gadih Dedy Syandera Putera hadir langsung dalam pameran tersebut bersama Manajer Komersial Brigita Lydia Syahniva.

        Rendang Gadih telah berproduksi sejak 2015 di Kota Payakumbuh melalui PT Gadih Minang Anugerah. Hingga kini, perusahaan tersebut mengembangkan lebih dari 20 varian produk rendang dan bumbu kemasan.

        Produk yang ditawarkan tidak hanya rendang daging sapi. Rendang Gadih juga mengembangkan sejumlah varian, seperti rendang ayam suwir, sapi suwir, jamur, paru, singkong, travel pack, bumbu rendang instan, hingga bumbu kalio.

        Pengembangan produk tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan konsumen modern sekaligus mempertahankan karakter rasa khas masakan Minangkabau.

        Mengusung semangat "Modern and Hygienic", Rendang Gadih menggabungkan cita rasa tradisional dengan proses produksi yang terstandar serta kemasan praktis.

        Sejumlah produknya menggunakan teknologi sterilisasi uap bertekanan atau retort. Teknologi tersebut memungkinkan produk bertahan hingga 12 bulan pada suhu ruang sehingga lebih mudah didistribusikan dan dibawa untuk perjalanan.

        Dari sisi jaminan mutu, Rendang Gadih telah memiliki sejumlah sertifikasi, antara lain Halal, BPOM RI MD, HACCP, SNI, dan NKV.

        Perusahaan tersebut juga telah memperoleh berbagai apresiasi nasional, seperti UKM Pangan Award, Indonesia Halal Industry Award, Indonesia Food Innovation, BPOM Award, hingga OVOP Bintang 3.

        Dedy mengatakan keikutsertaan dalam CISMEF 2026 bukan sekadar ajang memamerkan produk. Menurut dia, kesempatan tersebut menjadi langkah untuk membawa identitas kuliner Payakumbuh dan Minangkabau ke pasar yang lebih luas.

        "Bagi kami, membawa Rendang Gadih ke CISMEF bukan hanya memperkenalkan produk, tetapi juga membawa rasa dan identitas Payakumbuh ke pasar yang lebih luas. Kami ingin menunjukkan bahwa kuliner tradisional Minangkabau dapat tumbuh dengan pendekatan yang modern dan hygienic, tanpa kehilangan karakter rasa yang menjadi akarnya," ujar Dedy.

        Melalui keikutsertaan dalam pameran internasional tersebut, Rendang Gadih menargetkan terbentuknya jejaring bisnis baru dengan buyer dan distributor internasional.

        Perusahaan juga berharap CISMEF 2026 dapat membuka peluang distribusi dan ekspor sekaligus memperkuat posisi rendang dan produk kuliner Minangkabau sebagai produk Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: