MSIG Life Bidik Pertumbuhan Bisnis di 2026, Tiga Strategi Ini Jadi Fokus Utama
Kredit Foto: Istimewa
PT MSIG Life Tbk (LIFE) menyiapkan tiga strategi utama untuk mendorong pertumbuhan bisnis, yakni Scale, Simplify, dan Sustain. Strategi tersebut mencakup perluasan distribusi, penyederhanaan produk dan layanan berbasis teknologi, serta penguatan manajemen risiko dan tata kelola.
Director and Chief Operating & IT Officer MSIG Life Elly Susanti mengatakan strategi Scale akan dijalankan dengan memperluas jangkauan distribusi melalui ekspansi dan optimalisasi kanal multichannel. Perseroan juga akan memfokuskan distribusi pada target pasar yang dipilih secara strategis.
"Kami akan terus memperluas jangkauan distribusi melalui ekspansi dan optimalisasi distribusi multichannel," ujarnya dalam public expose MSIG Life secara daring, Kamis (10/9/2026).
Selanjutnya, strategi Simplify difokuskan pada penyederhanaan produk dan layanan agar lebih berpusat pada kebutuhan nasabah. MSIG Life juga akan mengembangkan otomatisasi dan artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi proses dan layanan kepada nasabah.
Perbaikan proses layanan klaim juga menjadi bagian dari strategi tersebut agar lebih mudah bagi nasabah sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
"Kami akan terus menghadirkan kemudahan bagi nasabah melalui produk dan layanan yang lebih berpusat pada kebutuhan nasabah," tuturnya.
Sementara itu, strategi Sustain diarahkan untuk menjaga pertumbuhan bisnis melalui penguatan proses underwriting, pengelolaan investasi, serta peningkatan budaya kepatuhan di seluruh proses bisnis.
"Kami akan terus memperkuat proses underwriting, melakukan pengelolaan investasi secara bijak, serta memperkuat budaya kepatuhan di seluruh proses bisnis," pungkasnya.
Baca Juga: MSIG Life Raup Laba Rp181 Miliar, Naik 69 Persen dalam Setahun
Baca Juga: MSIG Life Bayarkan Klaim Rp545 Miliar pada Semester I 2026
Adapun pada semester I-2026, MSIG Life mencatat total aset Rp15,1 triliun dan ekuitas Rp8,2 triliun. Pendapatan asuransi berdasarkan IFRS 17 mencapai sekitar Rp1 triliun, tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih perseroan pada periode tersebut mencapai Rp181 miliar, naik 69%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: