Tak Mau Satu Meja Sidang dengan Dokter Tifa, Roy Suryo Desak Jokowi Datang Dua Kali!
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pakar telematika, Roy Suryo, memastikan dirinya akan datang langsung dalam sidang perdana mengenai dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Persidangan yang mengagenndakan pemeriksaan pokok perkara tersebut dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (17/9/2026).
Mantan Menpora ini juga memberikan tantangan terbuka agar Jokowi, yang berstatus sebagai pelapor, hadir secara fisik di ruang sidang.
Roy mewanti-wanti dengan tegas agar pihak pengadilan tidak melakukan upaya rekayasa untuk menggabungkan jadwal persidangannya dengan terdakwa lain, yakni Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, hanya agar pelapor perlu datang satu kali.
"Kita akan siap menghadiri (sidang) nanti pada hari Kamis (17/9/2026) dan kita juga nyatakan selamat untuk dokter Tifa yang juga akan masuk ke periode yang kedua persidangannya," ungkap Roy Suryo, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (10/9.)
"Ini tegas saya katakan, kami sidang itu dilakukan secara profesional. Tidak boleh ada penyatuan-penyatuan rekayasa," lanjutnya.
Roy menerangkan bahwa secara legalitas hukum acara pidana, berkas perkara miliknya dan Dokter Tifa memiliki nomor registrasi yang terpisah. Konsekuensinya, proses peradilan tidak boleh disatukan dan pelapor memiliki kewajiban etis serta hukum untuk menghadiri setiap sidang secara terpisah.
"Pelapornya harus datang (di sidang) semuanya. Di dokter Tifa harus hadir, di tempat kami juga harus hadir," tegasnya.
Baca Juga: Pengakuan Roy Suryo Soal Motif di Balik Prapid Berjilid Kasus Ijazah Jokowi: Berapa Pun Rupiahnya...
Ia menepis spekulasi yang menyebutkan dirinya dan Dokter Tifa bisa ditempatkan dalam satu meja terdakwa yang sama secara bersamaan.
Menurut Roy, kehadiran fisik Jokowi di setiap sesi sidang sangat krusial untuk memastikan seluruh proses hukum berjalan secara adil, terbuka, dan tanpa rekayasa.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: