SalingJaga Keluarga: Ketika Bakti Anak Berbuah Perlindungan bagi Keluarga
Kredit Foto: Istimewa
Ada Bentuk bakti seorang anak kepada orang tua yang manfaatnya baru terasa ketika waktu sudah berlalu. Hal itu dialami Reza dan keluarganya setelah sang ayah, Endang, meninggal dunia secara mendadak akibat stroke.
Sebelumnya, ketika Endang memutuskan memiliki perlindungan jiwa, Reza turut membantu membayarkan kontribusinya menggunakan sebagian dari penghasilannya. Saat itu, tidak ada yang mengetahui kapan perlindungan tersebut akan benar-benar dibutuhkan.
Hingga akhirnya, peristiwa tak terduga terjadi. Endang berpulang dan meninggalkan istri, Maesaroh, serta keluarga yang harus melanjutkan kehidupan tanpa dirinya.
Di tengah duka tersebut, Maesaroh baru mengetahui bahwa suaminya ternyata telah menyiapkan perlindungan finansial melalui Asuransi SalingJaga Keluarga.
Bersama Reza, Maesaroh kemudian mengajukan klaim santunan SalingJaga secara digital. Mereka tidak perlu datang langsung ke kantor karena seluruh proses pengajuan dapat dilakukan melalui ponsel.
Bagi Maesaroh, kemudahan tersebut sangat berarti. Terlebih, dirinya belum pernah memiliki pengalaman mengurus klaim asuransi sebelumnya.
"Saya sangat bersyukur dan merasa sangat terbantu dengan adanya SalingJaga. Karena pengajuannya lewat HP, saya gak perlu repot-repot pergi ke kantor SalingJaga yang lokasinya cukup jauh dari rumah saya di Cikarang," ujar Maesaroh.
Tidak hanya proses digital, Maesaroh dan Reza juga mendapatkan pendampingan dari tim SalingJaga selama proses pengajuan klaim.
"Selama proses klaim, tim dari SalingJaga juga sangat responsif, sabar, dan informatif dalam mendampingi kami. Saya yang sebelumnya belum pernah punya pengalaman mengurus seperti ini jadi merasa lebih tenang karena selalu dibantu dan dijelaskan," tambahnya.
Bagi Maesaroh, santunan yang diterima bukan sekadar manfaat dari sebuah produk asuransi. Dana tersebut menjadi bekal untuk menata kembali kehidupan setelah kehilangan suami.
SalingJaga.com Dorong Transparansi
Pengalaman keluarga Reza dan Maesaroh menggambarkan bagaimana teknologi dapat membuat akses terhadap perlindungan finansial menjadi lebih sederhana, termasuk ketika peserta atau keluarga harus mengajukan klaim.
Namun, bagi SalingJaga, ungkap Eriawan Indra, Direktur SalingJaga, kemudahan bukan satu-satunya aspek yang menjadi perhatian. Sebagai asuransi syariah yang dibangun dengan semangat saling menolong atau takaful, transparansi menjadi bagian penting dalam ekosistem perlindungan yang ditawarkan.
"Melalui aplikasi SalingJaga maupun situs SalingJaga.com, peserta dapat melihat informasi mengenai klaim serta peserta yang telah mendapatkan manfaat perlindungan," jelas Eriawan Indra.
Keterbukaan tersebut memungkinkan peserta memahami bagaimana dana bersama yang dihimpun dalam skema takaful memberikan manfaat bagi sesama peserta.
Dengan demikian, konsep perlindungan tidak berhenti pada hubungan antara peserta dan perusahaan asuransi. Ada semangat kebersamaan yang menjadi dasar, yakni saling membantu ketika salah satu peserta menghadapi risiko dalam kehidupan.
Perlindungan Terjangkau Mulai Rp60 Ribuan per Tahun
Kisah Reza dan keluarganya juga memperlihatkan pentingnya menyiapkan perlindungan sebelum risiko datang. Keputusan Endang untuk memiliki perlindungan jiwa, yang kemudian turut dibantu pembayarannya oleh Reza, pada akhirnya memberikan manfaat bagi keluarga ketika risiko benar-benar terjadi.
Eriawan Indra mengatakan, SalingJaga Keluarga dirancang sebagai perlindungan finansial yang inklusif, sehingga asuransi jiwa tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang mahal dan sulit dijangkau.
SalingJaga menawarkan kontribusi mulai dari Rp60 ribuan per tahun, sehingga perlindungan dapat diakses lebih luas, termasuk oleh keluarga kelas menengah maupun pekerja mandiri.
"Kami ingin mematahkan anggapan bahwa asuransi itu mahal dan sulit dijangkau. Melalui integrasi teknologi digital dan biaya yang sangat terjangkau mulai Rp60 ribuan per tahun, SalingJaga Keluarga hadir agar siapa saja, tanpa terkecuali, memiliki akses perlindungan finansial yang mudah, cepat, dan menenangkan bagi keluarganya," ungkap Eriawan Indra.
Kehadiran layanan digital melalui SalingJaga.com menjadi bagian dari upaya tersebut. Mulai dari memperoleh informasi perlindungan hingga mengakses informasi klaim, teknologi dimanfaatkan untuk membuat pengalaman peserta menjadi lebih sederhana.
Pada akhirnya, kisah Reza dan ayahnya menunjukkan bahwa menyiapkan perlindungan dapat menjadi salah satu bentuk bakti yang manfaatnya mungkin tidak langsung terlihat.
Reza dahulu membantu sang ayah menyiapkan perlindungan. Setelah Endang berpulang, perlindungan tersebut justru berbalik menjadi penopang bagi Reza dan ibunya untuk melanjutkan kehidupan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: