Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Anjlok Lebih dari 1% ke Level 6.506 di Akhir Pekan

        IHSG Anjlok Lebih dari 1% ke Level 6.506 di Akhir Pekan Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) runtuh pada pembukaan perdagangan Jumat (11/9/2026). IHSG turun 36,55 poin atau 0,55% ke level 6.552,79.

        Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), tekanan terhadap IHSG semakin dalam hanya satu menit setelah perdagangan dibuka. IHSG bahkan sempat merosot lebih dari 1% ke level terendah 6.506.

        Pada awal perdagangan, sebanyak 111 saham menguat, sementara 243 saham melemah dan 289 saham lainnya stagnan.

        Adapun volume perdagangan tercatat mencapai 2,39 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,07 triliun.

        IHSG akan Dihantam Kenaikan Harga Minyak Mentah

        Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Phintraco Sekuritas menilai kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil US Treasury menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.

        Phintraco Sekuritas menyebut indeks-indeks utama di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Pergerakan tersebut turut dipengaruhi kekhawatiran terhadap dampak kenaikan harga minyak dan yield US Treasury terhadap perekonomian.

        Harga minyak mentah ditutup melonjak lebih dari 6% pada Kamis (10/9/2026), didorong kekhawatiran perang yang berkepanjangan. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 11 basis poin menjadi 4,954%.

        Tekanan terhadap pasar juga datang dari perkembangan inflasi Amerika Serikat. Indeks Producer Price Index (PPI) tercatat tumbuh 5,4% secara tahunan (YoY) pada Agustus 2026, naik dari 4,8% pada periode sebelumnya.

        Di Eropa, European Central Bank (ECB) juga menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Kamis (10/9/2026), yang turut menjadi perhatian investor global.

        Dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi masih memberikan sentimen positif. Penjualan ritel Indonesia tercatat tumbuh 1,1% YoY pada Juli 2026.

        Baca Juga: BEI Setop Perdagangan Saham LCKM di Seluruh Pasar, Ada Apa?

        Baca Juga: Gudang Garam Dihadapkan Dilema: Naikkan Harga atau Jaga Daya Beli

        Baca Juga: Keluarga Hartono Dikabarkan Investasi US$1,4 Miliar di Luar Negeri, Ini Kata Grup Djarum

        Namun, Phintraco Sekuritas mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah mencapai Rp235,6 triliun atau sekitar 0,91% dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Juli 2026.

        Di tengah berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level moving average 20 hari (MA20) di sekitar 6.525. Jika level tersebut ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya di kisaran 6.400–6.460.

        Sementara itu, harga emas spot ditutup melemah 0,9% ke level US$4.359 per troy ounce pada perdagangan Kamis (10/9/2026).

        Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan, yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: